DWJ Manajement - PORTAL

Gilimanuk Macet Parah Imbas Blokade Pelabuhan Ketapang, ASDP Buka Suara

Oleh: DWJ-Manajement • 27 Sep 2026
Gilimanuk Macet Parah Imbas Blokade Pelabuhan Ketapang, ASDP Buka Suara

Pemicu Utama: Blokade di Pelabuhan Ketapang

Kemacetan di Gilimanuk tidak berdiri sendiri. Masalah utama bersumber dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, adanya aksi atau kendala tertentu yang menyebabkan blokade di area pelabuhan tersebut mengakibatkan jadwal keberangkatan kapal terganggu secara masif. Ketika kapal tidak dapat bersandar atau berangkat sesuai jadwal akibat blokade, maka terjadi penumpukan kendaraan di area tunggu (buffer zone) di kedua sisi pelabuhan.

Efek domino dari hambatan di Ketapang ini langsung dirasakan oleh Pelabuhan Gilimanuk. Karena pola penyeberangan bersifat sirkular (bolak-balik), maka terhentinya aliran di satu sisi secara otomatis akan menghentikan aliran di sisi lainnya dalam waktu singkat.

ASDP Buka Suara Terkait Gangguan Operasional

Menanggapi situasi darurat yang terjadi, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku operator pengelola pelabuhan akhirnya memberikan penjelasan resmi. Pihak ASDP menyatakan bahwa mereka tengah berupaya keras melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mengurai kepadatan yang terjadi di kedua pelabuhan, baik Ketapang maupun Gilimanuk.

Dalam keterangannya, pihak manajemen ASDP mengungkapkan bahwa mereka terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk otoritas pelabuhan dan aparat keamanan, untuk memastikan situasi dapat kembali kondusif. Fokus utama saat ini adalah mengembalikan ritme operasional kapal agar arus penyeberangan kembali normal.

Beberapa langkah yang diambil oleh ASDP antara lain:

Koordinasi Keamanan: Bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar area pelabuhan guna mencegah kemacetan yang lebih parah.

Manajemen Antrean: Melakukan pengaturan ritme keberangkatan kapal berdasarkan prioritas kendaraan, terutama untuk kendaraan logistik yang membawa kebutuhan pokok.

Komunikasi Publik: Memberikan informasi secara berkala melalui kanal media sosial dan pengumuman di lokasi agar pengguna jasa dapat mengantisipasi waktu perjalanan mereka.

Pihak ASDP juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pengguna jasa. Mereka mengakui bahwa situasi ini di luar kendali operasional rutin, namun penanganan darurat sedang dilakukan secara intensif.

Dampak Ekonomi dan Risiko Logistik