DWJ Manajement - PORTAL

GOTO Buka Suara Soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia

Oleh: DWJ-Manajement 06 Jul 2026
GOTO Buka Suara Soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia

Pengurangan Beban Operasional: Efisiensi pada struktur tenaga kerja membantu mengurangi pengeluaran rutin (OPEX), yang pada gilirannya akan membantu mempercepat jalur menuju EBITDA yang positif.

Optimalisasi Alokasi Modal: Dengan struktur yang lebih ramping, perusahaan dapat mengalokasikan modal ke sektor-sektor yang memiliki pertumbuhan lebih tinggi dan memberikan imbal hasil lebih cepat.

Stabilitas Arus Kas: Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi arus kas perusahaan, sehingga GoTo memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi fluktuasi ekonomi global.

Secara operasional, GoTo meyakinkan para mitra merchant dan pengguna setia Tokopedia bahwa layanan tidak akan terganggu. Transformasi yang dilakukan justru bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan melalui otomatisasi dan integrasi sistem yang lebih baik antara ekosistem GoTo dan TikTok Shop.

Status Kepemilikan dan Kemitraan Strategis

Selain isu PHK, publik juga mempertanyakan masa depan kepemilikan Tokopedia pasca kesepakatan dengan TikTok. Rumor yang menyebutkan adanya perubahan kepemilikan secara drastis sering kali dikaitkan dengan upaya perusahaan untuk "lepas tangan" dari kerugian e-commerce.

Namun, GoTo secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengubah struktur kepemilikan secara fundamental dalam waktu dekat. Kemitraan dengan TikTok tetap menjadi kolaborasi strategis yang dirancang untuk saling menguntungkan. GoTo tetap memegang peran penting dalam ekosistem ini, di mana sinergi antara layanan logistik dan pembayaran milik GoTo akan terus memperkuat fondasi operasional Tokopedia.

Konteks 'Tech Winter' dan Tantangan Industri E-commerce

Untuk memahami mengapa langkah efisiensi ini diambil, penting untuk melihat konteks industri teknologi secara global yang sedang mengalami fenomena 'Tech Winter'. Periode ini ditandai dengan melambatnya aliran modal ventura dan tekanan besar dari investor agar perusahaan teknologi beralih dari strategi "pertumbuhan dengan segala cara" (growth at all costs) menuju strategi "pertumbuhan yang menguntungkan" (profitable growth).

Banyak perusahaan rintisan (startup) maupun perusahaan teknologi besar di Indonesia maupun di dunia telah melakukan langkah serupa. Penyesuaian jumlah karyawan dan pemangkasan biaya operasional telah menjadi standar baru untuk bertahan di tengah suku bunga tinggi dan ketidakpastian ekonomi makro. GoTo, sebagai salah satu pemain terbesar, melakukan langkah ini sebagai bentuk adaptasi proaktif agar tidak terjebak dalam siklus pembakaran uang (burn rate) yang tidak terkendali.

Berikut adalah beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi keputusan strategis perusahaan teknologi saat ini: