DWJ Manajement - PORTAL

Harga Ayam di Kandang Makin Anjlok, Peternak Terancam Gulung Tikar!

Oleh: DWJ-Manajement • 17 Oct 2026
Harga Ayam di Kandang Makin Anjlok, Peternak Terancam Gulung Tikar!

Harga Ayam di Tingkat Peternak Anjlok ke Rp 20.000, Peternak Terancam Gulung Tikar

Penurunan harga ayam hidup yang drastis memicu kekhawatiran besar akan keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Harga Ayam Hidup di Kandang Terus Tertekan

Kondisi pasar ayam pedaging saat ini tengah mengalami tekanan hebat. Harga ayam hidup di tingkat peternak dilaporkan kembali merosot tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan pantauan terbaru, harga ayam di tingkat kandang kini hanya menyentuh kisaran Rp 20.000 hingga Rp 20.500 per kilogram. Angka ini jauh di bawah angka aman yang diharapkan para peternak untuk menutupi biaya produksi.

Situasi ini menciptakan ketidakpastian ekonomi bagi para pelaku usaha di sektor perunggasan. Jika kondisi ini terus berlanjut, stabilitas industri pangan nasional bisa ikut terganggu.

Dampak Buruk bagi Keberlangsungan Peternak

Anjloknya harga ini menimbulkan kecemasan mendalam bagi para peternak mandiri maupun skala menengah. Banyak dari mereka yang kini berada di ambang kebangkrutan atau terancam gulung tikar.

Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya operasional yang tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima. Biaya pakan dan perawatan terus meningkat, sementara harga jual justru merosot drastis.

Para peternak mengaku kesulitan untuk tetap menjalankan roda produksi. Margin keuntungan yang sangat tipis membuat mereka sulit untuk menutupi modal kerja berikutnya.

Faktor Pemicu Rendahnya Harga Ayam

Meskipun perlu kajian lebih lanjut, terdapat beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab utama ketidakstabilan harga ini:

Kelebihan pasokan (overstock) ayam di tingkat produsen.

Tingginya biaya produksi, terutama harga pakan ternak.

Fluktuasi permintaan pasar yang tidak menentu.

Distribusi yang belum optimal dari peternak ke konsumen akhir.

Kesimpulan

Situasi harga ayam yang terus merosot di tingkat peternak memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Diperlukan langkah konkret, seperti stabilisasi harga dan kontrol pasokan, agar para peternak tidak kehilangan mata pencaharian mereka dan industri perunggasan tetap dapat bertahan.

Menampilkan Seluruh Artikel