DWJ Manajement - PORTAL

Harga Minyak Tembus US$ 104/Barel Usai Houthi Serang Arab Saudi

Oleh: DWJ-Manajement 21 Sep 2026
Harga Minyak Tembus US$ 104/Barel Usai Houthi Serang Arab Saudi

Ketegangan Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 104 per Barel Usai Serangan Houthi

Geopolitik yang tidak menentu memicu lonjakan harga energi global, mengancam stabilitas ekonomi dunia.

Pasar energi global kembali diguncang oleh ketidakpastian geopolitik yang meningkat di kawasan Timur Tengah. Harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan menyusul laporan adanya serangan dari kelompok Houthi yang menyasar wilayah Arab Saudi. Insiden ini memicu kekhawatiran investor akan terganggunya rantai pasokan minyak global, yang pada akhirnya mendorong harga minyak ke level psikologis baru.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga minyak mentah jenis Brent mengalami kenaikan sebesar 81 sen atau setara dengan 0,78 persen. Pergerakan ini membawa harga Brent menembus angka US$ 104,68 per barel pada pukul 22.02 GMT. Lonjakan ini mencerminkan betapa sensitifnya pasar komoditas energi terhadap setiap eskalasi konflik di wilayah penghasil minyak utama dunia.

Detil Pergerakan Harga Minyak Dunia

Kenaikan harga minyak kali ini tidak terjadi secara organik melalui mekanisme permintaan dan penawaran (supply and demand) semata, melainkan lebih didorong oleh faktor geopolitical risk premium. Faktor ini adalah premi tambahan yang dibayar oleh pembeli minyak karena adanya risiko gangguan pasokan akibat perang atau konflik bersenjata.

Berikut adalah ringkasan pergerakan harga minyak di pasar global saat ini:

Minyak Brent: Mencapai US$ 104,68 per barel, naik 0,78%.

Sentimen Pasar: Bullish (tren kenaikan) akibat risiko gangguan pasokan di Timur Tengah.

Faktor Pendorong Utama: Eskalasi serangan Houthi terhadap wilayah strategis di Arab Saudi.

Indikator Risiko: Meningkatnya premi risiko geopolitik dalam kontrak berjangka minyak.