DWJ Manajement - PORTAL

Harga Naik Ugal-ugalan, BEI Gembok Perdagangan Saham TRUK

Oleh: DWJ-Manajement 11 Aug 2026
Harga Naik Ugal-ugalan, BEI Gembok Perdagangan Saham TRUK

Sebelum sampai pada tahap penghentian perdagangan (suspension), biasanya BEI akan terlebih dahulu mengeluarkan status Unusual Market Activity (UMA). Status UMA adalah peringatan kepada investor bahwa terdapat aktivitas perdagangan yang tidak wajar pada suatu saham. Jika setelah status UMA diberikan harga saham masih terus bergerak liar tanpa arah yang jelas, maka BEI tidak memiliki pilihan lain selain melakukan suspension.

Trading suspension ini bersifat sementara. Bursa akan memantau kembali kondisi pasar dan perkembangan informasi dari emiten terkait sebelum memutuskan untuk membuka kembali perdagangan saham tersebut. Investor diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan transaksi berdasarkan spekulasi semata selama masa penghentian ini berlangsung.

Dampak Volatilitas Tinggi Terhadap Psikologi Investor

Kenaikan harga saham yang sangat drastis sering kali menciptakan efek psikologis yang berbahaya di kalangan investor, terutama mereka yang masih pemula. Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau ketakutan akan tertinggal momentum sering kali mendorong investor untuk membeli saham di harga puncak tanpa melakukan analisis teknikal maupun fundamental yang memadai.

Ketika harga saham sudah mencapai titik jenuh beli (overbought), koreksi besar-besaran biasanya akan terjadi. Jika investor masuk saat harga sudah "terbang" terlalu tinggi, mereka berisiko mengalami kerugian permanen (capital loss) saat harga kembali ke level normal atau bahkan lebih rendah.

Mengapa Investor Harus Waspada Terhadap Saham "Gorengan"?

Dalam terminologi pasar modal Indonesia, saham yang harganya bergerak secara tidak wajar dan sering kali dimanipulasi oleh kelompok tertentu sering dijuluki sebagai "saham gorengan". Investor perlu membedakan antara kenaikan harga yang didorong oleh kinerja perusahaan yang solid dengan kenaikan yang hanya didorong oleh sentimen pasar yang manipulatif.

Beberapa ciri saham yang memiliki risiko volatilitas tinggi meliputi:

Volume perdagangan yang melonjak tiba-tiba tanpa ada berita fundamental yang relevan.

Pergerakan harga yang membentuk pola kenaikan vertikal dalam waktu singkat.

Ketergantungan harga hanya pada aktivitas jual-beli beberapa akun besar (bandar).

Kurangnya laporan keuangan yang menunjukkan pertumbuhan laba yang sejalan dengan kenaikan harga.