Harga Telur Masih Anjlok, Bapanas Usulkan Penambahan Kuota Jagung Pakan 150 Ribu Ton demi Stabilkan Harga
Intervensi melalui program SPHP diharapkan mampu meringankan beban biaya produksi peternak unggas yang tengah terhimpit fluktuasi harga pasar.
Kondisi sektor peternakan unggas nasional saat ini tengah menghadapi tantangan serius. Di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan, harga telur ayam di tingkat peternak dilaporkan masih mengalami penurunan yang cukup signifikan. Fenomena ini memicu kekhawatiran akan keberlangsungan usaha peternak rakyat yang sangat bergantung pada keseimbangan antara biaya produksi dan harga jual di pasar.
Menanggapi situasi tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengambil langkah proaktif dengan mengusulkan penambahan kuota program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) khusus untuk komoditas jagung pakan. Usulan penambahan ini direncanakan mencapai angka 150 ribu ton guna menekan biaya input produksi di tingkat peternak.
Dilema Peternak: Harga Jual Rendah, Biaya Pakan Tinggi
Persoalan utama yang dihadapi oleh para peternak ayam petelur saat ini adalah ketidakseimbangan neraca ekonomi. Di satu sisi, harga jual telur di tingkat konsumen maupun distributor mengalami penurunan atau stagnasi. Namun di sisi lain, komponen biaya produksi, terutama pakan, tetap tinggi dan tidak stabil.
Jagung merupakan komponen utama dalam pembuatan pakan ternak, yang menyumbang sekitar 50 hingga 60 persen dari total biaya produksi pakan. Ketika harga jagung di pasar mengalami kenaikan atau ketersediaannya terbatas, maka biaya produksi telur otomatis akan membengkak. Hal ini menciptakan margin keuntungan yang sangat tipis, bahkan dalam beberapa kasus, peternak mengalami kerugian operasional.
Kondisi ini jika dibiarkan terus-menerus dikhawatirkan akan memicu gelombang pengurangan populasi ayam oleh peternak. Penurunan populasi ayam secara masif di masa depan justru akan menyebabkan kelangkaan pasokan telur, yang pada akhirnya akan memicu lonjakan harga telur yang tidak terkendali di tingkat konsumen.
Usulan Penambahan 150 Ribu Ton Jagung Pakan
Untuk memutus rantai masalah tersebut, Bapanas mengusulkan adanya intervensi langsung melalui penguatan stok jagung pakan. Penambahan kuota sebesar 150 ribu ton jagung pakan dalam program SPHP dinilai sebagai langkah strategis untuk mengintervensi pasar.
Berikut adalah beberapa poin utama terkait usulan penambahan kuota tersebut: