DWJ Manajement - PORTAL

Hari Bhakti Postel: Wameg Kondigi Serahkan Tali Asih untuk Veteran

Oleh: DWJ-Manajement • 27 Sep 2026
Hari Bhakti Postel: Wameg Kondigi Serahkan Tali Asih untuk Veteran

Momen Haru Hari Bhakti Postel ke-81: Wamenkomdigi Kondigi Berikan Tali Asih bagi Veteran di Bandung

Bentuk penghormatan terhadap pejuang komunikasi dalam menyambut era transformasi digital Indonesia yang kian pesat.

BANDUNG – Suasana khidmat menyelimuti Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Bandung pada Minggu (27/9/2026). Ribuan insan komunikasi, perwakilan pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan berkumpul untuk memperingati puncak perayaan Hari Bhakti Postel (Pos dan Telekomunikasi) ke-81. Namun, di balik kemegahan seremoni tahunan tersebut, terdapat satu momen yang paling menyentuh hati seluruh hadirin.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Kondigi, hadir secara langsung untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para veteran melalui penyerahan tali asih. Langkah ini menjadi simbol bahwa di tengah deru transformasi digital yang begitu cepat, Indonesia tidak pernah melupakan akar sejarah dan jasa para pejuang yang telah meletakkan pondasi komunikasi nasional.

Penghormatan bagi Penjaga Kedaulatan Komunikasi

Penyerahan tali asih kepada para veteran bukan sekadar seremoni formalitas belaka. Bagi Wamenkomdigi Kondigi, hal ini adalah bentuk apresiasi mendalam terhadap dedikasi para pendahulu yang telah berjuang menjaga kedaulatan informasi dan komunikasi di masa-masa sulit bangsa. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa teknologi canggih yang dinikmati masyarakat saat ini tidak akan pernah ada tanpa keberanian para pejuang di masa lampau.

Peringatan Hari Bhakti Postel tahun ini terasa sangat spesial karena menekankan pada aspek kemanusiaan dan kesinambungan sejarah. Para veteran yang hadir tampak haru saat menerima tali asih tersebut. Mereka, yang merupakan bagian dari generasi yang membangun infrastruktur komunikasi fisik di pelosok negeri, kini menyaksikan bagaimana infrastruktur tersebut telah berevolusi menjadi jaringan digital yang tak kasat mata namun sangat vital.

Beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam pemberian tali asih tersebut antara lain:

Pengakuan Jasa: Memberikan pengakuan nyata atas kontribusi veteran dalam membangun sistem pos dan telekomunikasi nasional.

Simbol Estafet Perjuangan: Menunjukkan bahwa semangat juang masa lalu harus diteruskan oleh generasi digital saat ini.

Kepedulian Sosial: Menunjukkan sisi humanis pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memperhatikan kesejahteraan para lansia pejuang.

Menengok Sejarah: Mengapa Hari Bhakti Postel Begitu Penting?

Bagi masyarakat luas, mungkin Hari Bhakti Postel hanya dianggap sebagai hari peringatan rutin. Namun, bagi insan komunikasi, tanggal ini memiliki makna historis yang sangat sakral. Hari Bhakti Postel merujuk pada momentum bersejarah di mana para pemuda Indonesia berhasil mengambil alih aset-aset komunikasi dari tangan penjajah pada masa awal kemerdekaan.

Tanpa keberhasilan pengambilalihan aset pos dan telegraf tersebut, koordinasi pemerintahan di masa awal kemerdekaan Indonesia mungkin akan lumpuh. Hal inilah yang mendasari mengapa peringatan ini selalu digelar dengan penuh rasa bangga. Pengambilalihan tersebut merupakan salah satu bentuk perang urat syaraf dan fisik yang sangat krusial untuk mempertahankan eksistensi Republik Indonesia di mata dunia melalui jalur informasi.

Kini, di usia ke-81, tantangan yang dihadapi telah berubah. Jika dulu tantangannya adalah fisik dan kedaulatan wilayah, kini tantangannya adalah kedaulatan data, keamanan siber, dan pemerataan akses digital di seluruh pelosok nusantara. Transformasi dari "Postel" menjadi dunia digital yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) adalah bukti nyata adaptasi bangsa terhadap zaman.

Transformasi Digital dan Peran Strategis PT Pos Indonesia

Penyelenggaraan puncak acara di Kantor Pusat PT Pos Indonesia menunjukkan posisi strategis BUMN ini dalam ekosistem komunikasi nasional. PT Pos Indonesia, yang merupakan salah satu pilar utama dalam sejarah Postel, kini tengah melakukan transformasi besar-besaran untuk tetap relevan di era ekonomi digital.

Tidak lagi hanya sekadar pengiriman surat fisik, PT Pos Indonesia telah bermutasi menjadi penyedia layanan logistik modern yang terintegrasi dengan teknologi digital. Hal ini selaras dengan semangat Hari Bhakti Postel ke-81, yaitu menyelaraskan warisan sejarah dengan visi masa depan yang berbasis pada teknologi informasi.

Beberapa transformasi yang tengah dilakukan oleh sektor ini meliputi:

Digitalisasi Layanan Logistik: Penggunaan AI dan Big Data untuk optimasi rute dan pengiriman barang secara real-time.

Integrasi Fintech: Memperkuat peran layanan keuangan digital melalui jaringan agen pos yang tersebar hingga ke daerah terpencil.

Penguatan Infrastruktur Konektivitas: Mendukung pemerintah dalam memastikan layanan komunikasi dapat menjangkau wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Wamenkomdigi: Menatap Masa Depan Komunikasi Digital

Dalam rangkaian acara tersebut, Wamenkomdigi Kondigi juga memberikan pandangan strategis mengenai arah kebijakan komunikasi digital Indonesia ke depan. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem digital yang inklusif dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Kita berdiri di atas bahu para raksasa. Para veteran inilah yang telah membuka jalan bagi kita. Tugas kita sekarang adalah memastikan bahwa teknologi digital yang kita bangun hari ini, dapat memperkuat persatuan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, sebagaimana para pejuang dulu memperjuangkan kedaulatan lewat informasi," ujar Kondigi dalam sebuah kesempatan.

Ia juga menyoroti bahwa tantangan digital masa depan bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga soal literasi digital. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal transisi ini agar tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam arus digitalisasi (no one left behind).

Kesimpulan

Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Bandung bukan sekadar perayaan usia, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang perjalanan panjang komunikasi bangsa Indonesia. Aksi Wamenkomdigi Kondigi yang menyerahkan tali asih kepada para veteran menjadi pengingat yang sangat kuat bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat kita kehilangan rasa hormat pada sejarah. Dengan semangat para pejuang dan dukungan teknologi digital yang mumpuni, Indonesia siap melangkah menuju era komunikasi yang lebih canggih, aman, dan berdaulat.

Menampilkan Seluruh Artikel