DWJ Manajement - PORTAL

Heboh Kolektor Cari Rupiah Tanda Tangan Purbaya-Perry, BI Buka Suara!

Oleh: DWJ-Manajement 23 Sep 2026
Heboh Kolektor Cari Rupiah Tanda Tangan Purbaya-Perry, BI Buka Suara!

Kondisi Fisik (Grade): Uang yang masih dalam kondisi Uncirculated (UNC) atau tidak pernah beredar, tanpa lipatan, tanpa noda, dan tanpa cacat, akan memiliki nilai berkali-kali lipat lebih tinggi.

Nomor Seri Cantik: Uang dengan nomor seri yang berurutan, kembar (misalnya 777777), atau memiliki pola tertentu sangat diburu.

Kelangkaan Tanda Tangan: Seperti fenomena saat ini, perbedaan tanda tangan pejabat yang berwenang pada tahun emisi tertentu menjadi variabel kunci.

Kesalahan Cetak (Error Note): Uang dengan kesalahan cetak yang tidak disengaja oleh percetakan uang seringkali dianggap sebagai barang langka yang sangat berharga.

Tanggapan Resmi Bank Indonesia (BI)

Menyikapi hebohnya pencarian uang kertas dengan tanda tangan Purbaya-Perry, Bank Indonesia memberikan penjelasan untuk meredam kegaduhan. Pihak BI menegaskan bahwa setiap uang kertas yang dikeluarkan oleh negara telah melalui prosedur yang sangat ketat dan resmi sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Bank Indonesia menyatakan bahwa tanda tangan yang tertera pada uang kertas merupakan bagian dari desain legalitas yang sah sesuai dengan Undang-Undang Mata Uang. Mengenai fenomena kolektor yang mencari tanda tangan spesifik, BI menekankan bahwa hal tersebut adalah bagian dari dinamika pasar koleksi atau numismatik yang memang sudah ada sejak lama.

Namun, BI juga memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada. Pihak otoritas mengingatkan agar masyarakat tidak tergiur dengan tawaran uang kertas "langka" yang tidak jelas keasliannya. BI menegaskan bahwa nilai nominal uang Rupiah tetaplah sebagaimana yang tertera pada uang tersebut untuk keperluan transaksi sehari-hari, sedangkan nilai koleksi sepenuhnya merupakan kesepakatan antara penjual dan pembeli di pasar numismatik.

Waspada Penipuan Berkedok Uang Langka

Seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap uang kertas "spesial" ini, risiko penipuan pun ikut meningkat. Para pelaku kejahatan kerap memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat dengan menjual uang kertas biasa namun diklaim sebagai edisi langka dengan tanda tangan tertentu.

Para ahli numismatik menyarankan agar masyarakat yang ingin terjun ke dunia koleksi uang kertas melakukan hal-hal berikut untuk menghindari kerugian: