DWJ Manajement - PORTAL

IHSG Anjlok 1,06% di Sesi I ke 6.307

Oleh: DWJ-Manajement 24 Sep 2026
IHSG Anjlok 1,06% di Sesi I ke 6.307

Faktor Pendorong Penurunan IHSG

Analis pasar modal menilai bahwa penurunan tajam IHSG hari ini dipicu oleh kombinasi faktor makroekonomi global dan ketidakpastian kebijakan moneter di dalam negeri. Investor cenderung bersikap risk-off atau menghindari risiko tinggi akibat adanya ketidakpastian yang meningkat.

1. Lonjakan Imbal Hasil US Treasury

Salah satu pemicu utama tekanan jual di pasar saham negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia, adalah lonjakan imbal hasil (yield) US Treasury atau surat utang pemerintah Amerika Serikat. Ketika imbal hasil obligasi AS meningkat, daya tarik aset keuangan di Amerika Serikat menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan aset di pasar negara berkembang.

Hal ini sering kali memicu aksi aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar saham Asia menuju pasar obligasi Amerika Serikat. Investor global cenderung memindahkan dana mereka ke instrumen yang dianggap lebih aman (safe haven) dengan imbal hasil yang lebih kompetitif di AS. Tekanan dari sisi obligasi ini secara otomatis memberikan dampak negatif pada harga saham di bursa domestik karena penurunan likuiditas di pasar ekuitas.

2. Ketidakpastian Suku Bunga Bank Indonesia (BI)

Selain faktor eksternal, perhatian investor juga tertuju pada kebijakan suku bunga Bank Indonesia. Pasar saat ini tengah berada dalam mode menunggu (wait and see) terkait langkah yang akan diambil oleh Bank Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan stabilitas nilai tukar Rupiah.

Ekspektasi mengenai arah kebijakan suku bunga BI menjadi sangat krusial. Jika pasar mempersepsikan bahwa BI perlu mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menjaga stabilitas mata uang, maka hal ini dapat berdampak pada biaya pinjaman perusahaan dan daya beli masyarakat. Kondisi ini secara langsung dapat menekan profitabilitas emiten, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan harga saham di pasar reguler.

Dampak Terhadap Sektor-Sektor Saham

Meskipun belum ada rincian spesifik mengenai sektor mana yang paling terdampak secara masif, secara umum tekanan pada suku bunga dan imbal hasil obligasi biasanya menyerang sektor-sektor sensitif berikut ini: