DWJ Manajement - PORTAL

IHSG Berakhir Menguat, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

Oleh: DWJ-Manajement • 05 Nov 2026
IHSG Berakhir Menguat, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Ditutup Menguat, Simak 5 Saham Pilihan untuk Dipantau Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa positif di akhir perdagangan dengan dorongan kuat dari aliran modal asing.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan hari ini dengan tren hijau. Indeks tercatat menguat sebesar 0,32 persen ke level 4.919,77.

Sentimen Positif dari Saham Blue Chip

Penguatan IHSG hari ini tidak lepas dari kinerja solid sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Astra International Tbk (ASII) menjadi motor utama penggerak indeks ke zona hijau.

Aksi penguatan pada saham-saham pemimpin pasar ini memberikan sentimen positif bagi investor untuk tetap bertahan di pasar modal domestik.

Aliran Dana Asing Masuk ke Pasar Modal

Selain didorong oleh pergerakan saham unggulan, aliran dana asing juga turut memperkuat posisi IHSG. Tercatat, investor asing melakukan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp264,64 miliar.

Masuknya aliran modal asing ini menunjukkan kepercayaan investor global terhadap stabilitas pasar saham Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.

Rekomendasi 5 Saham Pilihan

Berdasarkan pergerakan pasar dan dominasi transaksi hari ini, berikut adalah lima saham yang layak masuk dalam radar pantauan investor:

BBCA: Saham perbankan primadona yang terus menunjukkan performa stabil.

ASII: Mengalami penguatan signifikan yang membantu menopang indeks.

BMRI: Menjadi alternatif sektor perbankan dengan prospek aliran dana asing yang kuat.

TLKM: Saham sektor telekomunikasi yang relatif defensif di tengah fluktuasi pasar.

UNTR: Menarik untuk diperhatikan seiring dengan pergerakan sektor komoditas dan alat berat.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, IHSG menunjukkan ketahanan yang baik dengan ditutup menguat di level 4.919,77. Dukungan dari saham BBCA, ASII, serta aliran dana asing sebesar Rp264,64 miliar menjadi kunci utama penguatan ini. Investor disarankan untuk tetap memperhatikan manajemen risiko dan memantau perkembangan sentimen global.

Menampilkan Seluruh Artikel