DWJ Manajement - PORTAL

IHSG Melorot ke Bawah 5.000, Danantara Mau Borong Saham BUMN

Oleh: DWJ-Manajement • 19 Oct 2026
IHSG Melorot ke Bawah 5.000, Danantara Mau Borong Saham BUMN

IHSG Anjlok di Bawah Level 5.000, Danantara Siapkan Strategi Borong Saham BUMN

CEO Danantara, Rosan Roeslani, merespons koreksi tajam IHSG dengan rencana memperkuat posisi aset negara melalui sektor strategis.

Tekanan Pasar: IHSG Tembus Level Psikologis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah menghadapi tekanan jual yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Penurunan tajam ini membawa indeks melorot hingga menembus level psikologis di bawah 5.000.

Kondisi pasar yang memerah ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, baik domestik maupun asing. Fluktuasi tersebut dipicu oleh berbagai sentimen ekonomi yang belum stabil di pasar global.

Penurunan di bawah angka 5.000 menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Hal ini menuntut respons cepat dari lembaga-lembaga pengelola investasi di Indonesia.

Respons Danantara: Strategi Penguatan Aset Negara

Menanggapi situasi pasar yang sedang tidak menentu, CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberikan pernyataan tegas. Ia melihat adanya celah strategis di tengah koreksi harga saham yang terjadi saat ini.

Danantara berencana untuk melakukan aksi korporasi dengan menyerap atau "memborong" saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk menjaga stabilitas pasar.

Dengan membeli saham BUMN di harga yang lebih rendah, Danantara berupaya mengoptimalkan pengelolaan aset negara. Hal ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi portofolio investasi negara dalam jangka panjang.

Fokus pada Saham-Saham Fundamental Kuat

Tidak semua saham akan diborong, Danantara akan sangat selektif dalam memilih emiten. Fokus utama akan diarahkan pada perusahaan negara yang memiliki fundamental kokoh dan peran strategis.

Berikut adalah beberapa sektor yang diprediksi menjadi fokus utama:

Sektor perbankan BUMN yang memiliki kapitalisasi pasar besar.

Perusahaan infrastruktur dan energi milik negara.

Emiten komoditas strategis yang dikelola oleh pemerintah.

Upaya Menjaga Stabilitas Pasar Modal

Rosan Roeslani menekankan bahwa kehadiran Danantara diharapkan dapat menjadi jangkar bagi pasar modal Indonesia. Langkah intervensi melalui penguatan aset BUMN bertujuan untuk meredam kepanikan investor.

Selain itu, strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional. Dengan adanya dukungan dari lembaga pengelola aset negara, volatilitas pasar diharapkan dapat lebih terkendali.

Kesimpulan

Anjloknya IHSG ke bawah level 5.000 menjadi tantangan serius bagi stabilitas pasar modal tanah air. Namun, rencana Danantara untuk melakukan aksi borong saham BUMN memberikan harapan baru bagi pemulihan indeks. Fokus pada penguatan aset negara melalui saham-saham fundamental diharapkan mampu menjaga momentum ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Menampilkan Seluruh Artikel