DWJ Manajement - PORTAL

IHSG Sempat Terjun 2%, 10 Saham Ini Dibuang Asing

Oleh: DWJ-Manajement • 30 Sep 2026
IHSG Sempat Terjun 2%, 10 Saham Ini Dibuang Asing

Penjualan pada saham perbankan (Big Caps) seperti BBRI, BMRI, dan BBNI menjadi faktor utama yang menahan laju kenaikan IHSG. Mengingat bobot saham perbankan yang sangat besar terhadap komposisi IHSG, maka setiap aksi jual pada sektor ini akan berdampak langsung pada penurunan indeks secara keseluruhan.

Analisis Teknis: Level Psikologis IHSG

Secara teknikal, penurunan IHSG ke level 6.121,70 berada di area krusial. Meskipun sempat terjun 2 persen, kemampuan indeks untuk bertahan di atas level 6.100 menunjukkan bahwa masih ada basis pembeli (buyer) yang mencoba menahan agar indeks tidak jatuh ke zona merah yang lebih dalam.

Para analis memperingatkan bahwa jika IHSG gagal bertahan di atas level 6.100 dalam beberapa hari ke depan, maka ada risiko indeks akan menguji level support berikutnya di kisaran 6.050 atau bahkan 6.000. Sebaliknya, jika tekanan jual asing mulai mereda dan terjadi net buy, IHSG berpotensi melakukan rebound teknikal menuju level 6.200.

Strategi bagi Investor Retail

Menghadapi kondisi pasar yang volatil dan adanya arus keluar asing, investor retail disarankan untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic selling. Beberapa strategi yang bisa diterapkan antara lain:

Diversifikasi Portofolio: Jangan menempatkan seluruh modal pada satu sektor saja, terutama sektor yang sedang mengalami tekanan jual asing.

Cash is King: Menyimpan sebagian dana dalam bentuk kas dapat memberikan fleksibilitas untuk melakukan "buy on weakness" saat harga sudah mencapai level support kuat.

Pantau Arus Kas Asing: Perhatikan apakah net sell asing mulai melandai atau justru semakin dalam sebelum memutuskan untuk masuk kembali ke saham blue chip.

Gunakan Stop Loss: Untuk menjaga modal, pastikan setiap posisi memiliki batasan risiko (stop loss) yang jelas.

Kesimpulan

Perdagangan IHSG hari ini diwarnai oleh volatilitas tinggi dengan penurunan intraday yang cukup drastis sebelum akhirnya ditutup melemah tipis 0,43% di level 6.121,70. Tekanan utama berasal dari aksi jual bersih investor asing senilai Rp777,18 miliar, yang sebagian besar menyasar saham-saham perbankan dan komoditas besar. Meskipun indeks menunjukkan tanda-tanda perlawanan, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap sentimen global dan memantau level support psikologis guna mengantisipasi volatilitas lanjutan di hari perdagangan berikutnya.

```