DWJ Manajement - PORTAL

IHSG Sesi 1 Naik 0,84%, Asing Net Sell Rp349 M dan Saham Ini Diborong

Oleh: DWJ-Manajement 01 Jul 2026
IHSG Sesi 1 Naik 0,84%, Asing Net Sell Rp349 M dan Saham Ini Diborong

IHSG Melesat 0,84 Persen di Sesi I, Investor Asing Justru Guyur Rp 349 Miliar

Pergerakan positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah tekanan arus modal keluar dari saham-saham perbankan raksasa.

Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang cukup menjanjikan pada pembukaan perdagangan sesi pertama hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berhasil menembus zona hijau dengan penguatan yang cukup signifikan sebesar 0,84 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini memberikan angin segar bagi para pelaku pasar domestik, meskipun di sisi lain, terdapat anomali menarik terkait aliran dana investor asing yang justru mencatatkan arus keluar atau net sell.

Meskipun indeks menunjukkan tren penguatan, optimisme pasar sedikit terganjal oleh aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing. Tercatat, aliran modal asing mengalami net sell sebesar Rp 349 miliar sepanjang sesi pertama berlangsung. Fenomena ini menarik perhatian para analis karena biasanya kenaikan indeks yang cukup kuat sering kali didorong oleh akumulasi beli dari investor asing (net buy). Namun, kondisi hari ini menunjukkan adanya dinamika yang berbeda di mana kekuatan beli domestik mampu mengompensasi tekanan jual dari mancanegara.

Dinamika Pasar: Kekuatan Domestik Lawan Tekanan Asing

Kenaikan IHSG sebesar 0,84 persen ini mengindikasikan adanya minat beli yang kuat dari investor lokal, baik dari kalangan institusi maupun ritel. Sentimen positif ini diduga dipicu oleh beberapa faktor teknis dan fundamental yang membuat beberapa sektor saham terlihat lebih menarik untuk dikoleksi. Keberanian investor domestik dalam melakukan pembelian di tengah aksi jual asing menjadi faktor kunci yang menjaga agar indeks tidak terperosok ke zona merah.

Namun, jika kita membedah lebih dalam mengenai arus modal, terdapat ketidakseimbangan yang mencolok. Net sell sebesar Rp 349 miliar menunjukkan bahwa investor global sedang melakukan penyesuaian portofolio atau melakukan aksi ambil untung (profit taking) pada beberapa emiten tertentu di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini menjadi catatan penting bagi para trader untuk memperhatikan level resisten dan support IHSG dalam sesi perdagangan berikutnya.

Emiten Perbankan Menjadi Sasaran Utama Net Sell

Salah satu sorotan utama dalam perdagangan sesi pertama ini adalah tekanan jual yang sangat terasa pada sektor perbankan. Sebagai sektor dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI, pergerakan saham-saham perbankan memiliki korelasi yang sangat kuat terhadap arah pergerakan IHSG. Ironisnya, meskipun indeks naik, justru saham-saham "Blue Chip" ini yang menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh investor asing.

Berdasarkan data transaksi yang dihimpun, terdapat dua emiten perbankan raksasa yang mencatatkan nilai net sell paling mencolok, yaitu: