IHSG Melemah di Sesi I, Tertekan Lonjakan Yield US Treasury dan Sentimen Suku Bunga BI
Pasar saham domestik dibuka merah pada perdagangan 24 September 2026 seiring meningkatnya kewaspadaan investor terhadap kebijakan moneter global dan domestik.
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan sesi pertama pada Kamis (24/9/2026) dengan tren negatif. Berdasarkan data perdagangan pagi ini, indeks terpantau meluncur turun sebesar 0,16 persen ke level 6.364,97 dibandingkan penutupan pada hari sebelumnya.
Melemahnya bursa saham Indonesia di awal sesi ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar yang tengah mengamati dinamika ekonomi makro, baik dari dalam negeri maupun dari mancanegara. Tekanan jual terjadi di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga yang tengah menjadi sorotan utama investor global.
Faktor Global: Lonjakan Yield US Treasury Menekan Pasar Berkembang
Salah satu katalis utama yang menekan performa IHSG di pembukaan sesi pertama adalah adanya lonjakan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury. Kenaikan yield ini secara historis menjadi sinyal negatif bagi pasar negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia.
Ketika yield US Treasury melonjak, daya tarik aset berisiko seperti saham di pasar negara berkembang cenderung menurun. Investor global seringkali melakukan aksi ambil untung (profit taking) di pasar Asia untuk mengalihkan dana mereka kembali ke aset yang dianggap lebih aman (safe haven) di Amerika Serikat, terutama saat imbal hasil obligasi AS menawarkan return yang lebih kompetitif.
Beberapa poin penting terkait dampak kenaikan yield US Treasury terhadap IHSG antara lain:
Tekanan Arus Modal Keluar (Capital Outflow): Kenaikan yield memicu investor asing untuk menarik dana dari pasar saham domestik guna memperkuat posisi di pasar obligasi AS.
Pengetatan Likuiditas Global: Yield yang lebih tinggi menandakan ekspektasi pasar terhadap suku bunga tinggi yang bertahan lama (higher for longer), yang dapat memperketat likuiditas di pasar global.