DWJ Manajement - PORTAL

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,12% ke Level 6.392

Oleh: DWJ-Manajement 22 Sep 2026
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,12% ke Level 6.392

IHSG Dibuka Menguat di Sesi I, Sentimen Wall Street dan Bitcoin Jadi Motor Penggerak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada pembukaan perdagangan Senin pagi, didorong oleh optimisme pasar global dan reli aset kripto.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan sesi I hari ini, Senin (22/9/2026). Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks naik tipis sebesar 0,12% ke level 6.392 dari level penutupan sebelumnya.

Meskipun penguatan terlihat moderat, pergerakan hijau ini memberikan angin segar bagi pasar modal domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi. Para investor terlihat mulai kembali masuk ke pasar saham, meski dengan sikap yang cenderung hati-hati (wait and see).

Sentimen Wall Street dan Reli Bitcoin Dongkrak Optimisme Pasar

Kenaikan IHSG pada awal perdagangan ini tidak lepas dari pengaruh sentimen positif yang datang dari pasar keuangan global, khususnya dari bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street. Penutupan Wall Street yang menguat pada akhir pekan lalu memberikan sinyal positif bagi para pelaku pasar di Asia, termasuk Indonesia.

Kenaikan di Wall Street seringkali dianggap sebagai indikator awal bagi sentimen risiko global. Ketika pasar saham Amerika menunjukkan ketahanan, hal ini biasanya memicu peningkatan aliran modal ke negara-negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia, melalui instrumen ekuitas.

Kaitan Antara Bitcoin dan Appetite Risiko Investor

Selain kinerja Wall Street, perhatian pasar juga tertuju pada pergerakan aset kripto, terutama Bitcoin. Lonjakan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan dampak psikologis yang signifikan terhadap profil risiko investor secara keseluruhan.

Dalam dunia keuangan, terdapat korelasi yang sering terlihat antara aset berisiko tinggi seperti Bitcoin dengan pasar saham. Ketika Bitcoin mengalami reli, hal ini sering kali menandakan adanya peningkatan risk-on appetite atau keberanian investor untuk mengambil risiko. Kondisi ini secara tidak langsung mendorong aliran dana masuk ke pasar saham, yang kemudian membantu menopang penguatan IHSG pada sesi pagi ini.

Fenomena ini menunjukkan bahwa batas antara pasar keuangan tradisional dan pasar aset digital semakin menipis, di mana sentimen pada satu kelas aset dapat memengaruhi dinamika di kelas aset lainnya.

Waspada Geopolitik: Ketegangan Timur Tengah Masih Membayangi