DWJ Manajement - PORTAL

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,32% ke Level 6.297

Oleh: DWJ-Manajement 23 Sep 2026
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,32% ke Level 6.297

IHSG Melaju di Sesi I, Menembus Level 6.297 di Tengah Antisipasi Kebijakan Suku Bunga BI

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/9/2026). Indeks terpantau menguat 0,33 persen ke level 6.297 dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan ini terjadi di tengah sikap hati-hati para pelaku pasar yang tengah menunggu arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Fokus utama pasar saat ini tertuju pada bagaimana bank sentral merespons tekanan inflasi yang masih cukup tinggi serta fluktuasi ketidakpastian ekonomi global yang terus membayangi pasar keuangan domestik.

Sentimen Suku Bunga BI Jadi Sorotan Utama Investor

Kenaikan tipis IHSG di awal perdagangan ini mencerminkan optimisme moderat dari para investor. Meskipun pasar bergerak hijau, volume transaksi dan pergerakan indeks tampak masih dalam fase konsolidasi. Hal ini disebabkan oleh sikap wait and see yang diambil oleh mayoritas pelaku pasar menjelang pengumuman keputusan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia.

Keputusan suku bunga BI merupakan instrumen krusial dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mengendalikan laju inflasi. Jika BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga atau bahkan menaikkannya guna meredam inflasi, pasar diprediksi akan merespons dengan volatilitas yang lebih tinggi. Sebaliknya, kebijakan yang lebih akomodatif dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan sektor riil dan pasar modal.

Para analis menilai bahwa BI kini berada dalam posisi yang cukup menantang. Di satu sisi, stabilitas makroekonomi harus dijaga melalui kebijakan moneter yang ketat, namun di sisi lain, suku bunga yang terlalu tinggi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi nasional yang sedang berusaha pulih sepenuhnya.

Tekanan Inflasi dan Dampaknya terhadap Daya Beli

Inflasi tetap menjadi variabel ekonomi yang paling diperhatikan. Kenaikan harga komoditas global dan dinamika rantai pasok dunia memberikan tekanan pada tingkat harga domestik. Inflasi yang tidak terkendali dapat menggerus daya beli masyarakat, yang pada akhirnya akan berdampak pada kinerja emiten, terutama di sektor konsumsi.

Beberapa faktor yang memengaruhi dinamika inflasi saat ini antara lain: