DWJ Manajement - PORTAL

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,32% ke Level 6.297

Oleh: DWJ-Manajement 23 Sep 2026
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,32% ke Level 6.297

Fluktuasi harga energi global yang berdampak pada biaya logistik domestik.

Kenaikan harga pangan akibat faktor cuaca dan gangguan distribusi.

Dinamika nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang memengaruhi biaya impor bahan baku.

Kebijakan fiskal pemerintah dalam mengelola subsidi energi.

Ketidakpastian Global Masih Membayangi Pasar Domestik

Selain faktor domestik, kondisi geopolitik dan kebijakan moneter bank sentral dunia, khususnya Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat, turut memberikan tekanan pada IHSG. Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga di negara maju menciptakan aliran modal keluar (outflow) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pasar modal Indonesia seringkali menjadi salah satu yang paling sensitif terhadap perubahan sentimen global. Ketika ketidakpastian meningkat, investor cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking) dan memindahkan aset mereka ke instrumen yang lebih aman seperti emas atau obligasi negara maju. Hal inilah yang membuat IHSG cenderung bergerak dalam rentang yang terbatas atau bergerak secara fluktuatif pada sesi-sesi perdagangan awal.

Sektor-Sektor yang Menjadi Perhatian

Meskipun IHSG dibuka menguat, para investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham. Beberapa sektor diprediksi akan mengalami volatilitas yang signifikan tergantung pada keputusan BI nantinya. Berikut adalah beberapa sektor yang patut dipantau: