DWJ Manajement - PORTAL

IHSG Tembus Level 6.500, Asing Ketahuan Borong Saham Ini

Oleh: DWJ-Manajement 21 Aug 2026
IHSG Tembus Level 6.500, Asing Ketahuan Borong Saham Ini

IHSG Tembus Level Psikologis 6.500, Investor Asing Agresif Borong Saham Komoditas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa gemilang pada penutupan perdagangan terbaru. Indeks berhasil melampaui level psikologis penting di angka 6.500 dengan penguatan yang cukup signifikan, mencerminkan optimisme pasar yang kembali membara di tengah dinamika ekonomi global.

Lonjakan Signifikan IHSG dan Dominasi Aliran Dana Asing

Berdasarkan data perdagangan terbaru, IHSG ditutup menguat sebesar 1,68 persen ke level 6.501,59. Pencapaian ini menjadi momentum penting bagi pasar modal Indonesia, mengingat angka 6.500 merupakan level resistensi psikologis yang telah lama dinantikan oleh para pelaku pasar.

Pendorong utama di balik reli hijau ini adalah derasnya aliran modal asing atau foreign flow yang masuk ke pasar saham domestik. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp680,5 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat, meskipun kondisi geopolitik dan ekonomi dunia sedang mengalami fluktuasi.

Aksi borong yang dilakukan oleh investor asing ini tidak terjadi secara merata di seluruh sektor, melainkan terpusat pada sektor-sektor tertentu yang memiliki korelasi kuat dengan harga komoditas global. Hal ini memberikan sinyal bahwa pasar sedang bertaruh pada siklus penguatan harga komoditas yang diprediksi akan berlanjut dalam jangka menengah.

Sektor Komoditas Menjadi Motor Penggerak Utama

Jika menelisik lebih dalam ke dalam komposisi penguatan indeks, terlihat jelas bahwa sektor komoditas menjadi tulang punggung utama yang menarik IHSG menuju level 6.500. Investor asing secara masif mengalokasikan dana mereka ke saham-saham yang bergerak di bidang pertambangan, energi, dan perkebunan.

Beberapa faktor yang menyebabkan sektor komoditas menjadi primadona di kalangan investor asing antara lain:

Kenaikan Harga Komoditas Global: Adanya tren penguatan harga pada komoditas unggulan seperti batu bara, nikel, dan minyak mentah di pasar internasional.

Permintaan dari China: Optimisme terhadap pemulihan ekonomi China yang berdampak langsung pada permintaan bahan baku industri dan energi dari Indonesia.