Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar:
Level Support IHSG: Perhatikan level support psikologis terdekat. Jika IHSG mampu bertahan di atas level tersebut, ada kemungkinan akan terjadi technical rebound.
Arus Kas Asing (Net Foreign Flow): Pantau apakah aksi jual asing mulai mereda atau justru semakin masif. Pembalikan arus dana asing (foreign inflow) biasanya menjadi sinyal awal pemulihan pasar.
Kinerja Emiten: Tetap fokus pada fundamental perusahaan. Penurunan harga saham akibat sentimen pasar sering kali tidak mencerminkan penurunan kinerja fundamental perusahaan secara nyata.
Sentimen Makro: Perhatikan rilis data ekonomi domestik dan global yang dapat memengaruhi kebijakan moneter dan selera risiko investor.
Kesimpulan
Penurunan IHSG sebesar 1,89% pada 8 Juli 2026 merupakan refleksi dari tekanan jual yang kuat dari investor asing, dengan MAPI sebagai emiten yang paling terdampak akibat net sell sebesar Rp425,6 miliar. Kondisi ini menandakan adanya pergeseran sentimen di pasar, terutama pada sektor ritel. Investor disarankan untuk lebih selektif dalam memilih saham, memperhatikan level support teknikal, dan terus memantau arus modal asing sebelum mengambil keputusan investasi yang besar. Pemulihan pasar akan sangat bergantung pada kemampuan investor domestik untuk menyerap tekanan jual ini dan kembalinya kepercayaan investor global ke pasar modal Indonesia.