DWJ Manajement - PORTAL

IHSG Tinggalkan Level 6.500, Asing Kompak Obral 10 Saham Ini

Oleh: DWJ-Manajement 27 Aug 2026
IHSG Tinggalkan Level 6.500, Asing Kompak Obral 10 Saham Ini

IHSG Jebol Level Psikologis 6.500, Investor Asing Kompak Obral 10 Saham Unggulan Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada perdagangan terbaru, hingga berhasil menembus level psikologis 6.500. Gelombang pelemahan ini membuat para investor harus bersikap waspada terhadap volatilitas pasar ke depan.

Tekanan Jual Mengguyur Bursa Efek Indonesia

Pasar modal Indonesia kembali diguncang oleh aksi jual yang cukup masif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan sebesar 1,48 persen, yang membawa posisi indeks ke level 6.405,69. Penurunan ini menandakan berakhirnya tren penguatan jangka pendek yang sebelumnya sempat mencoba bertahan di atas ambang batas 6.500.

Tidak hanya indeks secara keseluruhan yang bergerak merah, namun dominasi saham yang melemah juga sangat terlihat. Tercatat sebanyak 599 saham mengalami penurunan harga, yang menunjukkan bahwa tekanan jual terjadi secara merata di berbagai sektor, mulai dari perbankan, konsumer, hingga infrastruktur. Kondisi ini memberikan sentimen negatif bagi para pelaku pasar, terutama mereka yang memegang instrumen saham dengan kapitalisasi pasar besar (blue chip).

Melemahnya IHSG di bawah level 6.500 ini secara teknikal dianggap sebagai sinyal koreksi yang cukup dalam. Level 6.500 sebelumnya merupakan area support psikologis yang diharapkan mampu menahan laju penurunan. Namun, volume penjualan yang tinggi membuat level tersebut tidak lagi mampu membendung tekanan jual dari para investor.

Anomali Arus Modal Asing: Net Buy di Tengah Aksi Obral

Menariknya, di tengah kemerosotan IHSG yang cukup tajam, terdapat fenomena unik terkait arus modal asing. Meskipun indeks merosot, investor asing sebenarnya mencatatkan aktivitas pembelian bersih (net buy) sebesar Rp1,37 triliun. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan analis mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lantai bursa.

Fenomena ini menunjukkan adanya rotasi sektor atau rebalancing portofolio oleh investor asing. Meskipun secara akumulatif mereka mencatatkan pembelian bersih, namun aksi tersebut tidak terdistribusi secara merata. Investor asing terlihat melakukan strategi "sell on strength" atau mengambil keuntungan pada beberapa saham unggulan (blue chip) yang sudah naik cukup tinggi, lalu mengalihkan dana tersebut ke saham-saham lapis kedua atau sektor lain yang dianggap masih undervalue.

Inilah alasan mengapa IHSG bisa turun drastis meskipun ada net buy triliunan rupiah. Penurunan yang tajam dipicu oleh aksi jual pada saham-saham dengan bobot indeks besar (market cap raksasa), sementara dana pembelian asing lebih banyak terserap ke saham-saham dengan kapitalisasi menengah yang pengaruhnya terhadap pergerakan IHSG tidak terlalu dominan.

Daftar 10 Saham yang Paling Banyak Dilepas Asing

Berdasarkan data pergerakan pasar, terdapat sepuluh saham unggulan yang menjadi target utama aksi jual oleh investor asing. Saham-saham ini umumnya merupakan penggerak indeks, sehingga aksi jual pada sepuluh saham ini menjadi faktor utama yang menarik IHSG turun ke level 6.400-an.

Berikut adalah daftar 10 saham yang mengalami aksi jual (net sell) oleh investor asing selama periode tersebut:

BBCA (PT Bank Central Asia Tbk) - Mengalami tekanan jual karena aksi profit taking investor besar.