DWJ Manajement - PORTAL

Ilmuwan Makin Lirik Hiu untuk Pertajam Prediksi Badai

Oleh: DWJ-Manajement 09 Aug 2026
Ilmuwan Makin Lirik Hiu untuk Pertajam Prediksi Badai

Pola Migrasi Mendadak: Pergerakan massal hiu menjauhi area tertentu yang terindikasi akan mengalami badai.

Perubahan Aktivitas Berburu: Penurunan atau peningkatan drastis pada intensitas aktivitas makan yang biasanya mengikuti ritme sirkadian.

Dengan memantau pola-pola ini, ilmuwan berargumen bahwa hiu secara efektif memberikan "peringatan dini" alami terhadap anomali cuaca di laut lepas.

Integrasi Teknologi: Mengubah Perilaku Hewan Menjadi Data Meteorologi

Pertanyaannya kemudian adalah, bagaimana perilaku hewan liar ini dapat dikonversi menjadi data ilmiah yang dapat diandalkan oleh lembaga meteorologi nasional? Jawabannya terletak pada kemajuan teknologi penandaan (tagging) satelit.

Saat ini, para ilmuwan menggunakan perangkat akustik dan satelit yang ditempelkan pada hiu untuk melacak posisi, kedalaman, dan suhu air di sekitar mereka secara real-time. Data ini kemudian dikirimkan ke pusat pemrosesan data melalui jaringan satelit. Ketika ribuan titik data dari hiu menunjukkan pola pergerakan yang seragam—misalnya, semuanya bergerak menjauh dari koordinat tertentu di kedalaman tertentu—algoritma komputer dapat mengidentifikasi ini sebagai sinyal adanya gangguan atmosfer atau tekanan rendah.

Sinergi antara AI dan Sensor Biologis

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) menjadi jembatan krusial dalam proses ini. Algoritma pembelajaran mesin (machine learning) dilatih untuk membedakan antara gerakan hiu yang disebabkan oleh aktivitas mencari makan rutin dengan gerakan yang dipicu oleh perubahan tekanan akibat badai. Dengan demikian, tingkat "false alarm" atau alarm palsu dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga informasi yang dihasilkan memiliki nilai akurasi tinggi bagi otoritas penanggulangan bencana.

Keunggulan Menggunakan Sensor Alami Dibandingkan Teknologi Konvensional

Mungkin muncul pertanyaan: mengapa kita harus repot-repot mengamati hiu jika kita sudah memiliki satelit yang sangat canggih? Jawabannya adalah masalah cakupan dan detail lingkungan bawah laut.

Satelit sangat efektif untuk memantau kondisi permukaan laut dan atmosfer, namun mereka memiliki keterbatasan dalam "melihat" apa yang terjadi di bawah permukaan air secara mendalam. Satelit melihat dari atas ke bawah, sementara hiu berada di dalam sistem itu sendiri. Hiu bertindak sebagai sensor yang tersebar secara luas di berbagai lapisan kedalaman, memberikan perspektif "dari dalam" yang tidak bisa didapatkan oleh sensor satelit manapun.

Beberapa keuntungan utama dari pendekatan ini meliputi: