DWJ Manajement - PORTAL

Inalum Kirim Bantuan Beras 10 Ton hingga Air Mineral untuk Korban Gempa NTT

Oleh: DWJ-Manajement • 05 Sep 2026
Inalum Kirim Bantuan Beras 10 Ton hingga Air Mineral untuk Korban Gempa NTT

50 Dus Mi Instan: Sebagai makanan pendamping yang praktis dan cepat saji untuk kebutuhan darurat di pengungsian.

72 Dus Biskuit: Diberikan sebagai sumber energi tambahan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang membutuhkan asupan nutrisi cepat.

84 Dus Larutan Isotonik: Sangat krusial untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh para penyintas, terutama di tengah kondisi cuaca dan kelelahan fisik pascabencana.

84 Dus Air Mineral: Ketersediaan air minum bersih adalah prioritas tertinggi untuk mencegah penyebaran penyakit akibat sanitasi yang buruk di area pengungsian.

Pemilihan jenis bantuan ini telah melalui pertimbangan matang agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Penggunaan beras premium dan larutan isotonik menunjukkan perhatian perusahaan terhadap kualitas nutrisi yang diterima oleh para korban, bukan sekadar memenuhi kuantitas semata.

Pentingnya Ketahanan Pangan dalam Situasi Darurat

Dalam manajemen bencana, fase tanggap darurat sangat bergantung pada seberapa cepat logistik pangan dapat didistribusikan. Kekurangan pangan dapat memicu masalah kesehatan baru, seperti malnutrisi atau kerentanan terhadap penyakit menular. Dengan menyalurkan 10 ton beras, Inalum memberikan fondasi stabilitas pangan bagi komunitas terdampak.

Selain itu, distribusi air mineral dan minuman isotonik menjadi sangat vital. Dalam kondisi pengungsian yang sering kali minim akses air bersih, risiko dehidrasi sangat tinggi. Bantuan ini berfungsi sebagai langkah preventif untuk menjaga kondisi fisik warga agar tetap stabil selama masa transisi menuju pemulihan.

Implementasi CSR yang Berorientasi pada Dampak Nyata

Langkah yang diambil oleh Inalum mencerminkan implementasi strategi Corporate Social Responsibility (CSR) yang berbasis pada mitigasi risiko dan bantuan kemanusiaan. Perusahaan tidak hanya memberikan bantuan secara sporadis, tetapi menyasar kebutuhan yang paling mendesak (urgent needs) di lokasi bencana.

Manajemen Inalum menekankan bahwa keterlibatan dalam aksi kemanusiaan adalah bagian dari budaya perusahaan. Sebagai perusahaan yang mengelola sumber daya strategis nasional, Inalum memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial dan membantu pemerintah dalam penanganan bencana di seluruh wilayah Indonesia.