Tanggap Darurat Karhutla di Mempawah, INALUM Terjunkan Tim Khusus Amankan Ekosistem
MEMPAWAH - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menghantui wilayah Kalimantan kembali menjadi perhatian serius. Menanggapi situasi tersebut, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM mengambil langkah proaktif dengan menerjunkan tim khusus untuk membantu penanganan dan mitigasi kebakaran di wilayah Mempawah.
Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan terhadap kondisi darurat yang berpotensi merusak ekosistem serta mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar area terdampak. Kehadiran tim dari perusahaan pelat merah ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan titik api yang muncul akibat musim kemarau yang ekstrem.
Komitmen Nyata Terhadap Pelestarian Lingkungan
Sebagai salah satu perusahaan industri aluminium terbesar di Indonesia, INALUM menyadari bahwa kelestarian lingkungan hidup adalah fondasi utama dalam keberlanjutan bisnis. Penanganan karhutla di Mempawah bukan sekadar aksi responsif terhadap keadaan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Direksi INALUM menegaskan bahwa dukungan terhadap penanggulangan karhutla merupakan mandat moral perusahaan untuk menjaga stabilitas ekosistem. Karhutla tidak hanya berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati, tetapi juga menimbulkan polusi asap yang dapat melumpuhkan aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat luas.
Tim yang diterjunkan ke lapangan terdiri dari personel yang telah terlatih dalam teknik pemadaman darurat dan pemantauan titik panas (hotspot). Selain melakukan pemadaman langsung, tim ini juga dibekali dengan peralatan pendukung untuk melakukan deteksi dini agar api tidak merambat ke area yang lebih luas atau pemukiman penduduk.
Strategi Penanganan yang Terintegrasi
Dalam menjalankan tugasnya di lapangan, tim INALUM tidak bergerak secara tunggal. Perusahaan menerapkan pola kerja kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan terkait. Berikut adalah beberapa fokus utama dari tim penanganan karhutla yang diterjunkan:
Patroli Rutin dan Deteksi Dini: Melakukan penyisiran di area-area yang dianggap rawan terbakar untuk meminimalkan risiko munculnya titik api baru.
Pemadaman Terpadu: Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Manggala Agni dalam melakukan operasi pemadaman di titik-titik api yang terdeteksi.