Pertumbuhan manufaktur yang melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional ini menjadi mesin penggerak utama ekonomi Indonesia. Sektor pengolahan yang kuat diharapkan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.
Selain itu, performa yang solid ini memberikan optimisme bagi para pelaku usaha dan investor. Kepercayaan pasar terhadap kapasitas produksi dalam negeri kini semakin meningkat.
Pemerintah dan para pemangku kepentingan diharapkan terus menjaga iklim investasi agar momentum pertumbuhan ini tetap terjaga hingga akhir tahun.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,88% pada triwulan III-2026 merupakan prestasi yang membanggakan. Kenaikan ini membuktikan resiliensi sektor pengolahan nonmigas dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.