DWJ Manajement - PORTAL

Ini Wilayah di RI dengan Penduduk Miskin Paling Banyak & Sedikit

Oleh: DWJ-Manajement 05 Aug 2026
Ini Wilayah di RI dengan Penduduk Miskin Paling Banyak & Sedikit

DKI Jakarta: Sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, Jakarta memiliki jumlah penduduk miskin yang relatif rendah secara persentase dibandingkan rata-rata nasional, meskipun tantangan biaya hidup di sini sangat ekstrem.

Provinsi di Kalimantan dan Sulawesi: Beberapa wilayah di Kalimantan dan Sulawesi yang memiliki populasi lebih sedikit menunjukkan angka kemiskinan absolut yang jauh lebih kecil dibandingkan pulau Jawa.

Namun, perlu dicatat bahwa rendahnya jumlah penduduk miskin di wilayah-wilayah ini tidak selalu menjamin kesejahteraan merata. Pada beberapa kasus, wilayah dengan jumlah penduduk miskin sedikit justru memiliki tingkat ketimpangan (Gini Ratio) yang tinggi, di mana kekayaan hanya terkonsentrasi pada segelintir kelompok elite.

Tantangan Masa Depan: Memutus Rantai Kemiskinan Struktural

Data BPS ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi makro, tetapi juga pada pemerataan ekonomi mikro. Tantangan terbesar Indonesia ke depan adalah mengatasi kemiskinan struktural, yaitu kondisi kemiskinan yang disebabkan oleh struktur sosial dan ekonomi yang tidak memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pemerataan infrastruktur ke luar Pulau Jawa, yang selama ini menjadi program prioritas pemerintah (seperti pembangunan jalan tol Trans-Sumatera, Trans-Papua, dan pengembangan kawasan industri di luar Jawa), adalah langkah yang tepat untuk mengurangi beban konsentrasi penduduk di Jawa. Namun, pembangunan fisik harus dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Peningkatan kualitas pendidikan vokasi, akses terhadap modal usaha bagi UMKM, serta digitalisasi ekonomi di pedesaan menjadi instrumen penting untuk menciptakan lapangan kerja baru yang berkualitas. Tanpa adanya peningkatan kualitas SDM, masyarakat di wilayah padat penduduk akan terus terjebak dalam sektor informal yang tidak stabil secara pendapatan.

Kesimpulan

Data BPS mengenai konsentrasi penduduk miskin di Pulau Jawa menyingkap realitas bahwa pertumbuhan ekonomi nasional masih menyisakan tantangan distribusi yang besar. Meskipun Jawa adalah pusat perputaran uang, besarnya populasi di wilayah ini menjadikan jumlah penduduk miskin secara absolut tetap menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Pemerintah perlu melakukan pendekatan yang lebih spesifik: di satu sisi memperkuat ketahanan ekonomi di Jawa untuk menekan angka absolut kemiskinan, dan di sisi lain mempercepat pembangunan ekonomi di luar Jawa untuk mengurangi tingkat persentase kemiskinan. Keberhasilan Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap) akan sangat bergantung pada kemampuannya dalam mengelola distribusi kesejahteraan ini secara adil dan merata di seluruh pelosok negeri.