DWJ Manajement - PORTAL

Investor Asing Net Sell Rp129 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Oleh: DWJ-Manajement • 28 Sep 2026
Investor Asing Net Sell Rp129 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Tekanan pada Saham Perbankan: Sebagai penggerak utama IHSG, saham-saham sektor keuangan turut terdampak akibat aksi jual asing yang seringkali menyasar sektor ini terlebih dahulu.

Sentimen Negatif pada Saham Spekulatif: Kebijakan baru ini membuat investor lebih berhati-hati dalam mendekati saham-saham dengan volatilitas tinggi.

Proyeksi Pergerakan IHSG di Sesi II dan Mendatang

Menatap perdagangan sesi II, para pelaku pasar diprediksi akan tetap bersikap wait and see. Fokus utama pasar adalah melihat apakah tekanan jual dari investor asing akan berlanjut atau mulai menunjukkan tanda-tanda konsolidasi. Selain itu, reaksi pasar terhadap implementasi teknis kebijakan BEI akan menjadi kunci utama apakah IHSG mampu melakukan rebound atau justru terus tergelincir.

Analis menyarankan agar investor ritel tetap berhati-hati dalam melakukan transaksi di tengah kondisi pasar yang sedang tidak menentu. Penggunaan strategi buy on weakness mungkin bisa dipertimbangkan, namun hanya pada saham-saham dengan fundamental kuat dan memiliki dukungan likuiditas yang memadai. Hindari melakukan spekulasi berlebihan pada saham-saham yang sedang mengalami volatilitas tinggi akibat perubahan regulasi harga minimum.

Indikator teknikal menunjukkan bahwa IHSG saat ini berada dalam zona jenuh jual (oversold) dalam jangka pendek, namun tanpa adanya aliran modal masuk (net buy) dari investor asing, upaya pemulihan indeks akan menemui jalan terjal. Perhatikan juga pergerakan nilai tukar Rupiah, karena stabilitas mata uang juga akan sangat memengaruhi keputusan investor asing dalam menanamkan modalnya di Indonesia.

Kesimpulan

Penurunan IHSG hampir 1 persen pada sesi I yang disertai dengan aksi jual bersih investor asing sebesar Rp129,63 miliar merupakan dampak langsung dari sentimen negatif terkait kebijakan baru BEI mengenai batas harga minimum saham. Perubahan regulasi ini menciptakan ketidakpastian yang memicu investor asing untuk melakukan manajemen risiko melalui aksi jual. Bagi investor, sangat penting untuk tetap memantau arus modal asing dan arah kebijakan regulator sebelum mengambil keputusan investasi yang signifikan dalam jangka pendek.

```