DWJ Manajement - PORTAL

Investor Asing Serok 10 Saham Ini Sepanjang Pekan Lalu

Oleh: DWJ-Manajement 13 Jul 2026
Investor Asing Serok 10 Saham Ini Sepanjang Pekan Lalu

Mengapa Investor Asing Melakukan Aksi Jual?

Aksi net sell sebesar Rp1,73 triliun oleh investor asing tidak terjadi tanpa alasan. Para pengamat pasar modal menilai ada beberapa variabel global yang memicu keputusan tersebut. Salah satu faktor utama adalah kebijakan moneter di negara-negara maju, khususnya Amerika Serikat, yang terus menjadi perhatian utama. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed seringkali memicu aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar berkembang (emerging markets) kembali ke pasar negara maju.

Selain itu, fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS juga memainkan peran penting. Ketika investor asing melihat potensi pelemahan mata uang lokal, mereka cenderung melakukan langkah ambil untung (profit taking) atau mengurangi eksposur di pasar saham Indonesia untuk memitigasi risiko nilai tukar. Namun, menariknya, aksi jual ini tampaknya sudah terdiskon dalam harga pasar, sehingga tidak sampai meruntuhkan struktur tren kenaikan IHSG.

Daftar Saham yang Menjadi Incaran dan Menunjukkan Resiliensi

Meskipun secara agregat asing melakukan net sell, tidak semua saham mengalami tekanan yang sama. Terdapat pola menarik di mana investor asing tetap melakukan akumulasi atau "serok" pada sejumlah saham tertentu yang dianggap memiliki fundamental sangat kuat atau valuasi yang sudah cukup menarik. Saham-saham ini biasanya merupakan pemimpin pasar di sektornya masing-masing.

Berdasarkan pergerakan harga dan volume perdagangan, berikut adalah beberapa kategori saham yang tetap dilirik dan menunjukkan performa tangguh sepanjang pekan lalu:

1. Sektor Perbankan (Big Caps)

Saham-saham perbankan besar tetap menjadi tulang punggung IHSG. Meski ada tekanan, beberapa saham perbankan tetap menjadi tujuan utama akumulasi karena dividen yang menarik dan pertumbuhan laba yang stabil. Saham seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI seringkali menjadi instrumen utama yang diperdagangkan oleh investor asing saat mereka melakukan rebalancing portofolio.

2. Sektor Konsumsi (Consumer Goods)

Sektor konsumsi menunjukkan performa defensif yang baik. Saat pasar sedang volatil, investor cenderung beralih ke saham-saham yang produknya dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Saham dalam kategori ini menjadi pilihan aman untuk menjaga stabilitas portofolio di tengah arus keluar modal asing.

3. Sektor Infrastruktur dan Telekomunikasi