DWJ Manajement - PORTAL

Jatah LPG 3 Kg 2027 Dipotong, ESDM Siapkan CNG Jadi Pengganti

Oleh: DWJ-Manajement • 25 Sep 2026
Jatah LPG 3 Kg 2027 Dipotong, ESDM Siapkan CNG Jadi Pengganti

Selain itu, tren dunia saat ini sedang bergerak menuju Net Zero Emission. Penggunaan LPG yang berasal dari pengolahan minyak bumi dianggap masih memiliki jejak karbon yang perlu dikelola. Oleh karena itu, peralihan ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan menjadi sebuah keniscayaan yang tidak bisa ditunda lagi.

CNG dan Kompor Listrik: Langkah Mitigasi ESDM

Menyadari bahwa pemangkasan kuota dapat berdampak pada masyarakat luas, Kementerian ESDM telah menyiapkan skema alternatif untuk menjamin stabilitas energi. Dua solusi utama yang disiapkan adalah pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) dan optimalisasi penggunaan kompor listrik.

Keunggulan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai Pengganti

CNG atau gas alam terkompresi dipandang sebagai solusi transisi yang paling masuk akal untuk menggantikan peran LPG. CNG memiliki beberapa keunggulan dibandingkan LPG, di antaranya:

Biaya Lebih Ekonomis: Secara teknis, harga gas alam yang dikompresi cenderung lebih rendah dibandingkan LPG yang berbasis produk minyak bumi.

Ramah Lingkungan: Pembakaran gas alam menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan gas LPG.

Keamanan Distribusi: Dengan teknologi kompresi yang tepat, CNG dapat didistribusikan melalui tabung khusus atau jaringan pipa ke wilayah-wilayah tertentu.

Pemerintah berencana mengembangkan infrastruktur distribusi CNG agar dapat menjangkau sektor UMKM dan rumah tangga di berbagai wilayah, sehingga peralihan dari gas melon ke CNG dapat berjalan mulus tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Digitalisasi dan Modernisasi Melalui Kompor Listrik

Selain CNG, pemerintah juga terus mendorong penggunaan kompor listrik sebagai bagian dari program transisi energi listrik. Penggunaan kompor listrik dipandang sebagai cara efektif untuk mengalihkan beban konsumsi energi dari sektor gas ke sektor kelistrikan yang sumbernya bisa terus dikembangkan dari energi terbarukan (EBT).