Inseminasi Buatan (IB): Memperluas jangkauan layanan inseminasi buatan dengan menggunakan semen beku dari pejantan unggul untuk meningkatkan kualitas keturunan sapi lokal.
Penyediaan Bibit Unggul: Mendistribusikan bibit sapi berkualitas kepada kelompok peternak untuk memastikan siklus reproduksi berjalan lebih cepat dan menghasilkan bobot badan yang ideal.
Pengembangan Sapi Lokal: Mengoptimalkan potensi sapi asli Indonesia, seperti Sapi Bali, yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap iklim tropis.
2. Modernisasi Manajemen Pakan dan Industri Pendukung
Biaya pakan menyumbang sekitar 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi peternakan. Hal ini menjadi kendala utama bagi peternak rakyat dalam meningkatkan skala usahanya. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mendorong:
Pemanfaatan Limbah Pertanian: Mengolah limbah jagung, dedak padi, hingga bungkil sawit menjadi pakan ternak berkualitas tinggi guna menekan biaya produksi.
Budidaya Hijauan Makanan Ternak (HMT): Mendorong peternak untuk menanam jenis rumput unggul yang kaya nutrisi sebagai sumber serat utama.
Integrasi Sapi-Sawit: Memperkuat model integrasi sapi dengan perkebunan kelapa sawit, di mana limbah sawit digunakan sebagai pakan dan kotoran sapi digunakan sebagai pupuk organik.
3. Penguatan Infrastruktur dan Rantai Pasok