DWJ Manajement - PORTAL

Kabut Asap Imbas Kebakaran Hutan Mulai Lumpuhkan Penerbangan di Kalimantan

Oleh: DWJ-Manajement 20 Aug 2026
Kabut Asap Imbas Kebakaran Hutan Mulai Lumpuhkan Penerbangan di Kalimantan

Kerugian Finansial Penumpang: Banyak pelaku bisnis dan wisatawan yang harus merugi akibat pembatalan perjalanan secara mendadak.

Gangguan Logistik: Pengiriman barang melalui jalur udara yang krusial untuk daerah-daerah terpencil di Kalimantan menjadi terhambat.

Krisis Kesehatan: Selain gangguan transportasi, kualitas udara yang buruk meningkatkan risiko ISPA bagi petugas bandara maupun penumpang.

Sikap Tegas Kementerian Perhubungan: Keselamatan di Atas Segalanya

Menanggapi situasi yang kian memprihatinkan ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa otoritas penerbangan tidak akan mengambil risiko dalam kondisi cuaca atau visibilitas yang tidak mendukung. Ia menekankan bahwa keselamatan nyawa manusia adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar oleh kepentingan ekonomi maupun jadwal perjalanan.

Menhub menyatakan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak maskapai dan otoritas bandara, terus dilakukan secara intensif. Jika kondisi kabut asap di sekitar landasan pacu sudah melewati batas toleransi keamanan, maka instruksi untuk menunda atau membatalkan penerbangan adalah keputusan yang mutlak.

"Kami mengutamakan keselamatan penerbangan. Jika visibilitas atau jarak pandang tidak memungkinkan bagi pilot untuk mengoperasikan pesawat dengan aman, maka kebijakan pembatalan atau penundaan harus diambil. Kami memahami ketidaknyamanan masyarakat, namun keselamatan adalah yang utama," tegas pihak kementerian dalam keterangannya.

Tantangan Teknis dalam Menghadapi Kabut Asap

Secara teknis, kabut asap mengandung partikel-partikel kecil (particulate matter) yang tidak hanya mengganggu penglihatan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kinerja mesin pesawat. Abu hasil pembakaran yang terhisap ke dalam mesin jet dapat menyebabkan degradasi performa atau bahkan kerusakan komponen mesin jika konsentrasinya terlalu tinggi.

Selain itu, keberadaan asap tebal juga dapat mengganggu akurasi peralatan navigasi berbasis cahaya di bandara. Hal ini membuat ketergantungan pilot pada instrumen navigasi menjadi sangat tinggi, namun tetap memiliki batasan tertentu yang ditentukan oleh protokol keselamatan internasional.

Langkah Mitigasi dan Harapan Kedepan