Ketersediaan energi sangat krusial bagi stabilitas ekonomi di Sintang, mulai dari sektor transportasi masyarakat, operasional kendaraan logistik pangan, hingga kebutuhan industri dan alat berat di sektor perkebunan. Kelancaran distribusi BBM secara langsung akan menjaga harga barang kebutuhan pokok tetap stabil di pasar lokal.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak perlu khawatir atau melakukan tindakan panik seperti melakukan pengisian BBM secara berlebihan (panic buying). Pertamina terus melakukan monitoring secara real-time terhadap kondisi debit air sungai dan pergerakan armada distribusi agar setiap kendala dapat segera diantisipasi sebelum berdampak pada stok di lapangan.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Pertamina Secara Berkelanjutan:
Monitoring Cuaca dan Debit Air: Melakukan pengamatan rutin terhadap kondisi hidrologi Sungai Kapuas untuk memprediksi waktu yang tepat dalam pengiriman kapal besar.
Koordinasi dengan Otoritas Sungai: Menjalin komunikasi intensif dengan pihak terkait untuk mendapatkan informasi terkini mengenai jalur navigasi yang aman.
Evaluasi Armada: Secara berkala mengevaluasi kesiapan armada pengangkut, baik kapal besar maupun kapal pengumpan (feeder), untuk memastikan fleksibilitas distribusi.
Kesimpulan
Penyusutan debit air Sungai Kapuas memang menjadi tantangan logistik yang nyata bagi distribusi BBM ke wilayah Sintang. Namun, melalui langkah proaktif Pertamina Patra Niaga dalam mengoptimalkan fasilitas penyangga di Tayan, risiko kelangkaan energi dapat diminimalisir secara efektif. Dengan memanfaatkan skema distribusi melalui kapal-kapal yang lebih kecil dan manajemen stok cadangan yang kuat, Pertamina memastikan bahwa pasokan energi bagi masyarakat dan roda ekonomi di Sintang tetap berjalan stabil tanpa gangguan yang berarti.
```