DWJ Manajement - PORTAL

Kejar Target Free Float Saham 12,5% di 2027, PGEO Tak Mau Buyback

Oleh: DWJ-Manajement • 04 Nov 2026
Kejar Target Free Float Saham 12,5% di 2027, PGEO Tak Mau Buyback

Kejar Target Free Float 12,5% di 2027, PGEO Tegaskan Tak Akan Lakukan Buyback Saham

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) tengah menyiapkan strategi khusus untuk memenuhi regulasi bursa terkait porsi kepemilikan saham publik.

Komitmen Memenuhi Regulasi Bursa

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyatakan komitmennya untuk mencapai target porsi saham publik atau free float sebesar 12,5 persen pada tahun 2027. Langkah ini merupakan upaya perseroan dalam mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Peningkatan free float ini menjadi sangat penting untuk menjaga likuiditas saham PGEO di pasar modal. Dengan jumlah saham publik yang memadai, diharapkan transaksi saham perusahaan dapat berjalan lebih dinamis.

Mengapa PGEO Menolak Opsi Buyback?

Menariknya, manajemen PGEO menegaskan bahwa mereka tidak akan menempuh jalur pembelian kembali saham atau buyback untuk mencapai target tersebut. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan logika pasar dan efektivitas strategi.

Secara teknis, aksi korporasi buyback justru akan mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar. Hal ini dinilai bertolak belakang dengan tujuan utama perusahaan untuk meningkatkan persentase kepemilikan masyarakat di dalam struktur permodalan.

Menyiapkan Opsi Strategis Lainnya

Alih-alih melakukan buyback, PGEO saat ini tengah merumuskan berbagai opsi strategis lainnya. Perusahaan ingin memastikan bahwa skema yang diambil nantinya dapat memenuhi ambang batas regulasi tanpa mengganggu stabilitas keuangan.

Beberapa fokus utama perusahaan dalam menyiapkan langkah ini meliputi:

Pemenuhan ketentuan minimum free float sesuai regulasi BEI.

Pencarian skema aksi korporasi yang dapat meningkatkan jumlah saham di publik.

Menjaga keseimbangan antara struktur kepemilikan dan kebutuhan pendanaan ekspansi.

Kesimpulan

PGEO memilih untuk menghindari skema buyback demi menjaga konsistensi target free float sebesar 12,5 persen di tahun 2027. Saat ini, perusahaan tengah mengevaluasi berbagai opsi lain yang lebih efektif untuk meningkatkan likuiditas saham sekaligus mematuhi aturan bursa secara optimal.

Menampilkan Seluruh Artikel