DWJ Manajement - PORTAL

Kemenko Pangan Dorong Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Jadi Energi

Oleh: DWJ-Manajement 09 Aug 2026
Kemenko Pangan Dorong Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Jadi Energi

Pemanfaatan produk sampingan berupa bio-char inilah yang membuat teknologi ini sangat relevan dengan fokus Kemenko Pangan. Bio-char dapat membantu meningkatkan kualitas tanah, menjaga kelembapan, dan menyimpan karbon di dalam tanah, yang secara langsung mendukung produktivitas lahan pertanian nasional.

Mengapa Kemenko Pangan Menaruh Perhatian Besar pada Isu Ini?

Langkah Kemenko Pangan mendorong teknologi ini bukan tanpa alasan yang kuat. Ada korelasi fundamental antara ketersediaan energi dengan stabilitas sektor pangan. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa kebijakan ini dianggap sangat strategis:

1. Mendukung Kemandirian Energi di Sektor Pertanian

Sektor pertanian dan pangan sangat bergantung pada ketersediaan energi, mulai dari proses pengolahan pasca-panen, distribusi logistik, hingga operasional mesin-mesin pertanian. Dengan mengubah sampah menjadi energi di tingkat lokal atau regional, ketergantungan petani dan industri pangan terhadap bahan bakar fosil yang harganya fluktuatif dapat dikurangi.

2. Implementasi Ekonomi Sirkular

Ekonomi sirkular adalah model ekonomi yang bertujuan meminimalkan limbah dan memaksimalkan penggunaan kembali sumber daya. Melalui pirolisis, rantai nilai sampah berubah dari "ambil-pakai-buang" menjadi sebuah siklus di mana limbah kembali menjadi sumber daya. Hal ini menciptakan lapangan kerja baru di sektor pengelolaan limbah dan teknologi hijau.

3. Pengurangan Beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Kapasitas TPA di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Bantargebang, sudah mencapai titik kritis. Dengan mengolah sampah menggunakan teknologi pirolisis sebelum mencapai TPA, volume sampah yang masuk ke lahan pembuangan dapat berkurang secara drastis, sehingga memperpanjang usia pakai TPA dan mengurangi risiko pencemaran lingkungan di sekitar pemukiman.

Tantangan dalam Implementasi Teknologi Pirolisis di Indonesia