Kementan Dorong Hilirisasi Hortikultura, KWT Sasak Maiq di Lombok Jadi Role Model Sukses
Inovasi produk olahan lokal diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi petani hortikultura secara signifikan.
Strategi Hilirisasi untuk Kesejahteraan Petani
Kementerian Pertanian (Kementan) terus berkomitmen memperkuat sektor hortikultura melalui strategi hilirisasi yang masif. Fokus utama dari kebijakan ini adalah mendorong pengembangan produk olahan berbasis hasil panen lokal.
Langkah strategis ini diambil untuk menjawab tantangan rendahnya harga jual komoditas saat masa panen raya tiba. Dengan melakukan hilirisasi, petani diharapkan tidak lagi hanya bergantung pada penjualan produk dalam bentuk segar.
Hilirisasi bertujuan untuk menciptakan nilai tambah (value-added) yang lebih tinggi pada setiap komoditas yang dihasilkan. Hal ini menjadi kunci utama dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di berbagai daerah.
KWT Sasak Maiq: Inspirasi Inovasi dari Lombok