Stabilitas Harga Pangan: Intervensi pemerintah dalam menjaga rantai pasok pangan berhasil menekan laju inflasi, sehingga daya beli kelompok masyarakat rentan tetap terjaga.
Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Pembangunan infrastruktur yang masif di berbagai wilayah telah memicu geliat ekonomi lokal, yang secara langsung berdampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga di daerah.
Purbaya menambahkan bahwa fokus pemerintah ke depan adalah memastikan bahwa kelompok "hampir miskin" atau mereka yang berada sedikit di atas garis kemiskinan tidak jatuh kembali ke bawah garis tersebut akibat guncangan ekonomi yang tidak terduga.
Peran Sektor UMKM dalam Pengentasan Kemiskinan
Selain bantuan langsung, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga disebut sebagai pahlawan dalam upaya menekan angka kemiskinan. Pemberian akses pembiayaan yang lebih mudah melalui berbagai program kredit usaha telah memungkinkan jutaan pelaku usaha kecil untuk naik kelas, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Mengurai Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka
Sejalan dengan penurunan kemiskinan, angka pengangguran di Indonesia juga menunjukkan tren penurunan yang menggembirakan. Purbaya mengungkapkan bahwa pasar tenaga kerja Indonesia sedang mengalami fase pemulihan dan transformasi yang positif.
Penurunan tingkat pengangguran ini bukan hanya disebabkan oleh kembalinya aktivitas ekonomi pasca-pandemi, melainkan juga karena adanya pergeseran struktur ekonomi yang mendorong terciptanya lapangan kerja baru di sektor-sektor strategis. Sektor manufaktur, jasa, dan ekonomi digital menjadi kontributor utama dalam penyerapan tenaga kerja baru.
Berikut adalah beberapa faktor yang mendukung penurunan angka pengangguran:
Ekspansi Sektor Manufaktur: Kebijakan hilirisasi industri telah menciptakan rantai nilai baru yang membutuhkan banyak tenaga kerja terampil di berbagai daerah.
Pertumbuhan Ekonomi Digital: Munculnya berbagai platform ekonomi baru telah membuka peluang kerja di sektor jasa dan logistik yang sebelumnya tidak ada.