DWJ Manajement - PORTAL

Kenapa Messi Sering 'Bengong' di Tengah Pertandingan?

Oleh: DWJ-Manajement 16 Jul 2026
Kenapa Messi Sering 'Bengong' di Tengah Pertandingan?

Messi, di sisi lain, justru menunjukkan tingkat kesadaran spasial yang luar biasa tepat setelah momen diamnya. Ia tidak kehilangan arah; ia justru sedang mengkalibrasi ulang arahnya. Perbedaan utamanya terletak pada intensitas mental. Meskipun matanya mungkin terlihat kosong, sirkuit saraf di otaknya sedang bekerja dengan kecepatan tinggi untuk menyaring kebisingan stadion dan fokus pada pola-pola esensial permainan.

Dalam istilah psikologi olahraga, ini bisa disebut sebagai strategic idleness atau pengangguran strategis. Ini adalah kemampuan untuk mengelola energi mental dan fisik secara efisien, di mana seorang atlet memilih untuk tidak membuang-buang energi pada gerakan yang tidak perlu, melainkan menyimpannya untuk ledakan kreativitas yang menentukan hasil pertandingan.

Mengapa Strategi Ini Tidak Bisa Ditiru Semua Pemain?

Pertanyaan besar yang muncul adalah: jika melamun bisa membuat pemain lebih hebat, mengapa semua pemain tidak melakukannya?

Jawabannya terletak pada kombinasi antara pengalaman, kecerdasan spasial, dan kemampuan kontrol kognitif. Tidak semua orang memiliki kapasitas untuk "melamun secara produktif". Bagi pemain biasa, melamun di tengah pertandingan kemungkinan besar hanya akan membuat mereka kehilangan posisi atau terlambat bereaksi terhadap serangan lawan.

Faktor Intuisi dan Pengalaman

Untuk bisa mengubah "bengong" menjadi senjata, seorang pemain memerlukan basis data mental yang sangat besar. Messi telah bermain di level tertinggi selama dua dekade. Ia memiliki ribuan jam pengalaman yang tersimpan dalam memori jangka panjangnya. Saat ia "melamun", ia sebenarnya sedang melakukan query atau pencarian cepat dalam database mentalnya tersebut.

Seorang pemain muda mungkin memiliki fisik yang lebih kuat atau kecepatan yang lebih tinggi, namun mereka belum memiliki "perpustakaan" pola permainan yang cukup luas untuk bisa memproses informasi secara otomatis saat mereka sedang dalam mode DMN. Tanpa pengalaman, melamun hanyalah sebuah distraksi; dengan pengalaman, melamun adalah sebuah metodologi.

Selain itu, dibutuhkan kontrol kognitif yang luar biasa untuk bisa masuk dan keluar dari mode melamun ini dalam hitungan detik. Messi harus tahu kapan saatnya untuk tenggelam dalam pemikiran internal dan kapan saatnya untuk kembali ke realitas fisik secara instan untuk mengeksekusi aksi.

Kesimpulan

Apa yang selama ini dianggap sebagai momen kelemahan atau ketidakfokusan Lionel Messi, ternyata merupakan salah satu aspek paling canggih dari kejeniusannya. Melalui kacamata sains, kebiasaan "bengong" tersebut adalah mekanisme otak untuk mengakses Default Mode Network, yang memungkinkan terjadinya pemrosesan informasi secara mendalam, simulasi taktis, dan ledakan kreativitas yang tidak tertandingi.

Messi mengajarkan kita bahwa dalam dunia yang menuntut kecepatan dan reaksi konstan, terkadang kita perlu berhenti sejenak, melihat ke dalam, dan memproses segala sesuatu untuk menemukan solusi yang paling cerdas. Di tangan seorang jenius, keheningan bukan berarti kekosongan, melainkan persiapan untuk sebuah gebrakan yang akan mengubah jalannya sejarah.