Banyak masyarakat bertanya-tanya, mengapa bumi seolah-olah tidak bisa berhenti bergetar? Mengapa jumlahnya bisa mencapai ribuan? Menanggapi hal ini, para ahli seismologi menjelaskan bahwa apa yang terjadi di Flores adalah sebuah mekanisme alami dari planet kita.
Proses Penyesuaian Kerak Bumi
Menurut para ahli, ribuan gempa susulan ini adalah bentuk dari "penyesuaian diri" bumi. Ketika gempa utama M7,7 terjadi, terjadi pergeseran besar pada lempeng tektonik. Pergeseran ini meninggalkan tegangan (stress) yang tidak merata di sepanjang garis patahan. Bagian-bagian kerak bumi yang bergeser akan berusaha mencari posisi keseimbangan yang baru.
Bayangkan sebuah tumpukan batu besar yang disusun secara tidak stabil. Jika Anda mendorong satu batu hingga jatuh, batu-batu di atasnya tidak akan langsung diam. Mereka akan bergeser, jatuh, dan bergeser lagi hingga akhirnya membentuk tumpukan baru yang stabil. Proses "jatuh-bergeser" itulah yang dalam skala geologi kita kenal sebagai gempa susulan.
Redistribusi Tegangan Tektonik
Selain penyesuaian posisi, gempa susulan juga dipicu oleh redistribusi tegangan. Gempa besar melepaskan tekanan di satu titik, namun hal itu secara otomatis memindahkan tekanan tersebut ke area di sekitarnya. Tekanan yang berpindah ini kemudian memicu patahan-patahan kecil di sekitar zona utama gempa untuk ikut bergerak, sehingga mencatatkan angka gempa susulan yang sangat tinggi.
Semakin besar magnitudo gempa utamanya, maka semakin besar pula potensi jumlah dan durasi gempa susulan yang akan mengikuti. Dalam kasus Flores dengan M7,7, energi yang terlibat sangat masif, sehingga proses stabilisasi kerak bumi memerlukan waktu yang tidak sebentar.
Karakteristik Gempa di Wilayah Flores
Kondisi geologis Nusa Tenggara Timur, khususnya Flores, memang dikenal memiliki kompleksitas tektonik yang tinggi. Wilayah ini berada di zona pertemuan lempeng yang aktif, menjadikannya salah satu area dengan risiko seismik yang signifikan di Indonesia.
Ada beberapa faktor yang membuat gempa susulan di NTT terasa begitu intens:
Kompleksitas Sesar: Flores dikelilingi oleh berbagai sistem sesar aktif yang saling berhubungan. Satu pergerakan besar dapat memicu aktivitas di sesar-sesar kecil lainnya.
Kedalaman Fokus Gempa: Beberapa gempa susulan terjadi di kedalaman dangkal, yang membuat guncangan terasa lebih kuat di permukaan meskipun magnitudonya kecil.
Struktur Batuan: Karakteristik batuan di wilayah tersebut mempengaruhi bagaimana gelombang seismik merambat dan diperkuat saat mencapai pemukiman warga.