Perbaikan jaringan kabel transmisi yang terputus akibat pergeseran tanah.
Pemulihan fungsi gardu induk yang sempat mengalami gangguan teknis.
Penyediaan unit listrik cadangan (genset) untuk fasilitas pelayanan publik prioritas seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan.
Dengan pulihnya aliran listrik, masyarakat kini dapat kembali menjalankan aktivitas domestik dan ekonomi mereka, sekaligus memudahkan koordinasi antar-instansi dalam penanganan sisa-sisa dampak gempa.
Stabilitas Pasokan BBM dan Distribusi Logistik
Selain sektor kelistrikan, ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menjadi perhatian krusial. Dalam situasi pasca-bencana, mobilitas kendaraan pengangkut logistik, ambulans, dan kendaraan evakuasi sangat bergantung pada ketersediaan BBM yang stabil. Kekhawatiran akan terjadinya penimbunan atau antrean panjang di SPBU sempat menjadi perhatian, namun Suharyanto memastikan hal tersebut tidak terjadi.
“Terkait bahan bakar minyak, kami pastikan tidak ada antrean panjang di SPBU. Pasokan BBM tetap aman dan distribusi berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa rantai pasok energi di NTT tetap terjaga meski dalam kondisi darurat.
Ketiadaan Antrean di SPBU dan Kelancaran Mobilitas
Ketiadaan antrean BBM di SPBU merupakan indikator penting bahwa persepsi ketakutan masyarakat akan kelangkaan energi dapat diredam. Kelancaran distribusi ini didukung oleh sinergi antara Pertamina dengan aparat keamanan untuk memastikan setiap liter BBM sampai ke tangan masyarakat dan kebutuhan operasional darurat tanpa hambatan.
Beberapa poin penting terkait kondisi BBM saat ini meliputi: