Penguatan Tata Kelola (GCG): Memastikan bahwa struktur yang lebih ramping dibarengi dengan penerapan Good Corporate Governance yang lebih ketat guna meminimalisir risiko kerugian negara.
Dengan struktur yang lebih ramping, diharapkan BUMN dapat bekerja lebih efektif dalam menjalankan penugasan pemerintah (Public Service Obligation) tanpa harus terus-menerus bergantung pada suntikan dana pemerintah atau Penyertaan Modal Negara (PMN) yang besar.
Tantangan Penyehatan Keuangan BUMN
Proses pemangkasan ini diprediksi tidak akan mudah. Banyak perusahaan BUMN yang memiliki keterikatan sejarah dan sosial yang kuat. Namun, dalam pertemuan dengan Purbaya, ditekankan bahwa keberlanjutan fiskal negara harus menjadi prioritas. Jika BUMN dibiarkan tumbuh tanpa arah yang jelas dan terus mengalami inefisiensi, maka beban tersebut pada akhirnya akan kembali kepada APBN.
Mengurai Benang Kusut Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh
Isu kedua yang menjadi pembahasan mendalam adalah mengenai pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau yang kini dikenal dengan Whoosh. Sebagai proyek strategis nasional (PSN) dengan nilai investasi yang sangat fantastis, Whoosh membawa konsekuensi finansial yang besar bagi konsorsium pengelola dan negara.
Pertemuan antara Dony Oskaria dan Purbaya Yudhi Sadewa ini bertujuan untuk mencari jalan tengah atau mitigasi risiko agar beban utang Whoosh tidak mengganggu stabilitas keuangan sektor-sektor lain. Pengelolaan utang ini mencakup pembahasan mengenai jadwal pembayaran, restrukturisasi pinjaman, hingga optimalisasi pendapatan dari operasional kereta cepat tersebut.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam pembahasan utang Whoosh antara lain:
Skema Pembayaran Kembali (Repayment Scheme): Bagaimana memastikan aliran kas (cash flow) dari operasional Whoosh dapat memenuhi kewajiban pembayaran bunga dan pokok utang secara tepat waktu.
Mitigasi Risiko Nilai Tukar: Mengingat sebagian besar pendanaan proyek ini melibatkan pinjaman luar negeri, fluktuasi kurs menjadi tantangan serius yang perlu dikelola melalui instrumen lindung nilai (hedging).