Rasio CASA (Current Account Savings Account) yang Dominan: BRI berhasil mencatatkan rasio CASA sebesar 64,8%. Ini adalah angka yang sangat impresif untuk ukuran bank dengan basis nasabah seluas BRI.
Efisiensi Biaya Dana (Cost of Fund): Dengan tingginya porsi dana murah, BRI mampu menekan biaya dana, yang secara langsung memperlebar margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM).
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang Agresif namun Sehat: Meskipun bank lain mengalami tantangan dalam penghimpunan dana, BRI justru mampu mencatatkan pertumbuhan DPK yang sangat solid hingga menembus angka Rp1.655,84 triliun.
Dominasi Dana Murah melalui CASA 64,8%
Dalam dunia perbankan, CASA atau dana murah (tabungan dan giro) adalah "senjata rahasia" untuk meraih profitabilitas maksimal. Semakin tinggi rasio CASA sebuah bank, semakin rendah biaya yang harus dikeluarkan bank tersebut untuk membayar bunga kepada nasabah. Dengan rasio CASA mencapai 64,8%, BRI memiliki keunggulan kompetitif yang sangat besar dibandingkan rata-rata industri.
Tingginya angka ini tidak terjadi secara kebetulan. Hal ini merupakan hasil dari transformasi digital yang masif melalui ekosistem BRImo dan berbagai layanan digital lainnya. Kemudahan akses bagi nasabah untuk menyimpan uang dalam bentuk tabungan membuat dana masyarakat mengalir deras ke BRI, yang kemudian dapat digunakan bank untuk penyaluran kredit dengan margin yang lebih sehat.
Strategi Pengelolaan DPK yang Terintegrasi
Pencapaian DPK sebesar Rp1.655,84 triliun menunjukkan bahwa BRI tidak hanya kuat di sektor korporasi, tetapi juga sangat kuat dalam penetrasi hingga ke pelosok negeri. Melalui jaringan agen BRILink dan ribuan kantor unit, BRI berhasil menjangkau segmen yang selama ini belum tersentuh perbankan (unbanked population).
Penghimpunan dana ini menjadi sangat krusial karena memberikan stabilitas likuiditas. Di tengah tren suku bunga yang fluktuatif, bank dengan basis DPK yang kuat seperti BRI akan lebih tahan banting terhadap tekanan pasar dibandingkan bank yang sangat bergantung pada deposito berbunga tinggi.
Peran Digitalisasi dalam Mendongkrak Kinerja