Komdigi Dorong Biaya Spektrum Murah demi Akselerasi Perluasan Jaringan 5G
Langkah strategis ini diambil untuk meringankan beban investasi operator seluler dan mempercepat pemerataan teknologi konektivitas tinggi di seluruh Indonesia.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menyiapkan strategi besar untuk mempercepat implementasi teknologi 5G di tanah air. Salah satu poin krusial yang disoroti adalah kebijakan biaya spektrum frekuensi yang lebih terjangkau.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi katalisator utama bagi para operator telekomunikasi untuk melakukan ekspansi jaringan secara masif. Dengan biaya spektrum yang kompetitif, hambatan finansial dalam pembangunan infrastruktur dapat diminimalisir.
Fokus pada Penguatan Investasi Operator
Komdigi menyadari bahwa pembangunan infrastruktur 5G membutuhkan investasi yang sangat besar dari sisi penyedia layanan. Selama ini, biaya perolehan hak penggunaan frekuensi seringkali menjadi beban berat bagi para operator.
Melalui skema biaya spektrum yang lebih murah, operator diharapkan dapat mengalihkan anggaran mereka untuk penguatan infrastruktur fisik. Hal ini mencakup pengadaan perangkat canggih hingga pembangunan menara telekomunikasi di berbagai wilayah.