Pemerintah Siapkan Aturan Khusus Layanan Kurir Barang, Komdigi Tegaskan Tak Akan Disamakan dengan Ojol
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah melakukan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Salah satu fokus utamanya adalah penyusunan regulasi khusus untuk layanan pengantaran barang dan makanan berbasis aplikasi. Hal penting yang ditekankan oleh pemerintah adalah aturan untuk kurir barang digital tidak akan disamakan dengan aturan transportasi penumpang atau ojek online (ojol).
Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum yang lebih spesifik, mengingat karakteristik operasional, risiko, dan kebutuhan layanan antara pengangkutan orang dengan pengantaran barang memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Pemisahan regulasi ini diharapkan dapat mendorong inovasi di sektor logistik digital sekaligus menjaga standar keselamatan yang lebih presisi.
Mengapa Aturan Ojol dan Kurir Barang Harus Berbeda?
Selama ini, banyak layanan digital yang menggabungkan fungsi transportasi penumpang dengan pengantaran barang dalam satu platform. Namun, pemerintah menilai bahwa menyamakan regulasi keduanya akan menghambat pertumbuhan salah satu sektor. Menurut pihak Komdigi, terdapat beberapa alasan fundamental mengapa pemisahan ini menjadi krusial:
Standar Keselamatan yang Berbeda: Transportasi penumpang memiliki risiko keselamatan jiwa yang sangat tinggi, sehingga memerlukan regulasi ketat terkait kelayakan kendaraan, perlindungan asuransi penumpang, hingga standar perilaku pengemudi. Sementara itu, layanan kurir lebih menitikberatkan pada keamanan barang dan ketepatan waktu pengiriman.
Model Bisnis dan Inovasi: Sektor logistik digital berkembang sangat pesat dengan model bisnis yang beragam, mulai dari pengantaran makanan, paket e-commerce, hingga barang pecah belah. Regulasi yang terlalu kaku mengikuti standar transportasi penumpang justru berisiko mematikan inovasi layanan pengantaran yang lebih efisien.
Struktur Biaya dan Tarif: Penentuan tarif ojek online sangat dipengaruhi oleh mobilitas manusia dan kondisi lalu lintas untuk kenyamanan penumpang. Di sisi lain, layanan kurir lebih banyak dipengaruhi oleh volume barang, jarak tempuh logistik, dan efisiensi rantai pasok.
Perlindungan Tenaga Kerja: Skema kerja mitra pengemudi ojol sebagai pengangkut orang memiliki tantangan sosial yang berbeda dengan mitra kurir yang fokus pada pemenuhan target pengiriman barang.