DWJ Manajement - PORTAL

Komdigi Target Kecepatan Internet Seluler RI Tembus 100 Mbps di 2029

Oleh: DWJ-Manajement 23 Jul 2026
Komdigi Target Kecepatan Internet Seluler RI Tembus 100 Mbps di 2029

Komdigi Targetkan Kecepatan Internet Seluler Indonesia Tembus 100 Mbps pada 2029

Melalui optimalisasi spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, pemerintah optimis percepat transformasi digital nasional.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi mengumumkan target ambisius dalam peta jalan transformasi digital Indonesia. Pemerintah menargetkan kecepatan internet seluler melalui layanan mobile broadband di tanah air dapat mencapai angka 100 Mbps pada tahun 2029 mendatang. Target ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi digital dan memastikan konektivitas yang setara di seluruh pelosok negeri.

Langkah ini bukan sekadar angka di atas kertas. Pencapaian kecepatan 100 Mbps dipandang sebagai syarat mutlak agar Indonesia mampu bersaing dalam kancah global, terutama dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan teknologi 5G yang kian masif. Dengan koneksi yang lebih cepat dan stabil, seluruh sektor mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga industri manufaktur dapat bertransformasi secara digital secara menyeluruh.

Strategi Pengelolaan Spektrum: Kunci Utama Akselerasi

Untuk mencapai target yang cukup menantang tersebut, Komdigi telah menyiapkan strategi teknis yang matang. Fokus utama pemerintah terletak pada optimalisasi dan alokasi spektrum frekuensi radio. Dua pita frekuensi yang akan menjadi tulang punggung utama adalah frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Pemilihan kedua frekuensi ini bukanlah tanpa alasan. Secara teknis, kedua spektrum ini memiliki karakteristik yang saling melengkapi untuk menciptakan ekosistem internet yang kuat, baik di area perkotaan yang padat maupun di wilayah pedesaan yang terpencil.

Peran Strategis Frekuensi 700 MHz untuk Cakupan Luas

Frekuensi 700 MHz dikategorikan sebagai low-band atau pita frekuensi rendah. Dalam dunia telekomunikasi, frekuensi rendah memiliki keunggulan utama pada jangkauan sinyal yang sangat luas dan kemampuan penetrasi yang tinggi terhadap penghalang fisik seperti tembok bangunan atau pepohonan.

Dalam konteks geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, pemanfaatan frekuensi 700 MHz menjadi sangat krusial. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

Pemerataan Akses: Memungkinkan sinyal menjangkau wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dengan jumlah infrastruktur yang lebih efisien.