DWJ Manajement - PORTAL

Kredit Tumbuh 9,8%, BPD Lampung Cetak Laba Rp133 M di Semester I-2026

Oleh: DWJ-Manajement 28 Aug 2026
Kredit Tumbuh 9,8%, BPD Lampung Cetak Laba Rp133 M di Semester I-2026

Kinerja Gemilang, BPD Lampung Cetak Laba Rp133 Miliar di Semester I-2026, Kredit Tumbuh 9,8 Persen

Performa keuangan Bank Lampung menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 22,75 persen pada paruh pertama tahun 2026.

LAMPUNG – PT Bank Pembangunan Daerah Lampung Tbk (Bank Lampung) kembali menorehkan catatan positif dalam perjalanan bisnisnya di tahun 2026. Memasuki penghujung semester pertama tahun berjalan, bank kebanggaan masyarakat Lampung ini berhasil membukukan laba bersih yang signifikan, sekaligus mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit yang solid di tengah dinamika ekonomi nasional.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan terbaru, Bank Lampung berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp133 miliar selama periode Semester I-2026. Angka ini menunjukkan lonjakan yang impresif jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana pertumbuhan laba tercatat mencapai 22,75 persen secara tahunan (year-on-year).

Akselerasi Kredit Menjadi Motor Penggerak Utama

Pertumbuhan laba yang tajam ini tidak terlepas dari performa penyaluran kredit yang tumbuh positif. Bank Lampung mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 9,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Pencapaian ini mengindikasikan bahwa kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha di Provinsi Lampung terhadap layanan perbankan daerah semakin meningkat.

Penyaluran kredit yang tumbuh hampir dua digit ini merupakan refleksi dari keberhasilan strategi ekspansi pasar yang dilakukan oleh manajemen. Fokus pada sektor-sektor produktif menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ini. Beberapa sektor yang menjadi penyumbang pertumbuhan kredit antara lain:

Sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah): Sebagai tulang punggung ekonomi daerah, penyaluran kredit untuk pelaku usaha kecil terus ditingkatkan guna mendorong pemulihan ekonomi lokal.

Sektor Perdagangan dan Jasa: Peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Lampung mendorong kebutuhan pembiayaan untuk modal kerja.

Sektor Pertanian dan Perkebunan: Mengingat karakteristik geografis Lampung, dukungan kredit untuk sektor agraris tetap menjadi prioritas strategis.

Kredit Konsumer: Permintaan dari pegawai negeri sipil (PNS) dan karyawan swasta tetap stabil, memberikan arus kas yang dapat diprediksi bagi bank.