DWJ Manajement - PORTAL

KRL Makin Sesak, Satu Gerbong Isinya Bisa 480 Orang! 

Oleh: DWJ-Manajement 23 Sep 2026
KRL Makin Sesak, Satu Gerbong Isinya Bisa 480 Orang! 

Beberapa langkah strategis yang terus dibahas dan diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang meliputi:

Penambahan Jumlah Rangkaian Kereta: Menambah jumlah rangkaian (set) kereta untuk memperpendek interval (headway) antar kereta agar penumpukan di peron dapat diminimalisir.

Modernisasi Sarana dan Prasarana: Pengadaan gerbong dengan kapasitas yang lebih efisien serta perbaikan sistem persinyalan untuk memungkinkan frekuensi perjalanan yang lebih tinggi.

Integrasi Antarmoda yang Lebih Baik: Memastikan perpindahan penumpang dari moda transportasi lain (seperti Transjakarta atau MRT) ke KRL berjalan mulus tanpa menciptakan titik sumbat baru di stasiun.

Manajemen Arus Penumpang: Penerapan kebijakan pengaturan arus penumpang di stasiun-stasiun besar untuk menghindari penumpukan di satu titik pintu masuk atau peron.

Namun, penambahan armada saja tidak cukup. Perlu adanya kebijakan tata kota yang lebih terintegrasi, di mana pengembangan kawasan hunian di wilayah penyangga harus sejalan dengan pengembangan kapasitas transportasi publik, sehingga beban transportasi tidak menumpuk hanya pada jam-jam tertentu.

Kesimpulan

Fenomena satu gerbong KRL yang mampu menampung hingga 480 orang dengan kepadatan delapan orang per meter persegi adalah alarm keras bagi sistem transportasi publik kita. Meskipun KRL telah menjadi tulang punggung mobilitas jutaan warga Jabodetabek, kondisi kepadatan yang ekstrem ini tidak boleh dibiarkan menjadi normalisasi. Dibutuhkan komitmen berkelanjutan dari pemerintah dan operator untuk melakukan peningkatan kapasitas, baik dari sisi jumlah armada maupun manajemen infrastruktur, demi menjamin aspek keamanan, kenyamanan, dan martabat para penumpang dalam bermobilitas setiap harinya.

```