1. Mengurangi Volatilitas Nilai Tukar
Ketergantungan yang terlalu tinggi pada dolar AS membuat ekonomi Indonesia sering kali terkena dampak dari ketidakpastian global. Setiap kali terjadi gejolak di pasar keuangan Amerika, Rupiah kerap mengalami tekanan hebat. Dengan LCT, keterkaitan antara dinamika pasar keuangan AS dengan stabilitas Rupiah dapat diputus secara parsial, sehingga memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi kebijakan moneter domestik.
2. Efisiensi Biaya Transaksi bagi Pelaku Usaha
Bagi para pelaku usaha, terutama pelaku UMKM yang mulai merambah pasar ekspor, penggunaan mata uang lokal memberikan efisiensi biaya yang nyata. Dalam sistem konvensional, sebuah transaksi sering kali harus melewati proses konversi ganda: dari mata uang lokal ke dolar, kemudian dari dolar ke mata uang negara mitra. Proses ini memakan biaya konversi (spread) yang tidak sedikit. Melalui LCT, proses konversi dapat dipangkas menjadi satu tahap saja, sehingga biaya transaksi menjadi lebih murah dan margin keuntungan pelaku usaha dapat terjaga.
3. Mitigasi Risiko Nilai Tukar
Dengan menggunakan mata uang yang sama dengan negara mitra dagang, risiko ketidakpastian nilai tukar dolar dapat dikurangi. Hal ini memberikan kepastian harga dalam kontrak dagang jangka panjang, yang sangat penting bagi keberlangsungan rantai pasok industri manufaktur dan komoditas di Indonesia.
Strategi Bank Indonesia dalam Memperluas Ekosistem LCT
Keberhasilan mencapai angka US$49,4 miliar ini tidak lepas dari langkah agresif Bank Indonesia dalam memperluas jangkauan kerja sama internasional. BI tidak hanya fokus pada negara-negara besar, tetapi juga pada negara-negara mitra dagang strategis di kawasan Asia dan sekitarnya.
Beberapa langkah kunci yang dilakukan oleh otoritas moneter antara lain:
Perluasan Kerjasama Bilateral: Memperkuat kesepakatan LCS dengan negara-negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, dan beberapa negara lainnya.
Digitalisasi Sistem Pembayaran: Mengintegrasikan sistem pembayaran antarnegara (cross-border payment) yang memungkinkan transaksi mata uang lokal dapat dilakukan secara real-time dan mudah.