DWJ Manajement - PORTAL

Lahan 22 Hektare di Bone Jadi Lokasi Proyek Hilirisasi Ayam

Oleh: DWJ-Manajement • 27 Sep 2026
Lahan 22 Hektare di Bone Jadi Lokasi Proyek Hilirisasi Ayam

Stabilitas Harga: Dengan adanya industri pengolahan, fluktuasi harga ayam hidup di tingkat peternak dapat diminimalisir karena adanya penyerapan yang stabil oleh industri.

Ketahanan Pangan: Memastikan ketersediaan protein hewani yang berkualitas, higienis, dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Bone dan Sulawesi Selatan

Kehadiran industri berskala besar di Kabupaten Bone diprediksi akan menciptakan efek domino atau multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian daerah. Dengan lahan 22 hektare yang akan dikelola, kebutuhan akan tenaga kerja dalam jumlah besar tidak dapat dihindari. Hal ini akan membuka peluang lapangan kerja baru, mulai dari level operator produksi, teknisi mesin, ahli nutrisi ternak, hingga manajemen logistik.

Selain tenaga kerja langsung, sektor pendukung lainnya juga akan ikut tumbuh pesat. Beberapa sektor yang diprediksi akan merasakan dampak positif antara lain:

Sektor Pertanian: Kebutuhan pakan ternak seperti jagung akan meningkat, yang berarti petani jagung di sekitar Bone akan mendapatkan pasar yang lebih pasti.

Sektor Logistik dan Transportasi: Kebutuhan akan distribusi produk olahan akan memicu pertumbuhan jasa pengiriman dan manajemen rantai dingin (cold chain).

UMKM Lokal: Munculnya peluang bagi pelaku usaha kecil untuk menjadi pemasok kebutuhan pendukung industri atau penyedia jasa layanan di sekitar kawasan industri.

Peningkatan PAD: Kontribusi pajak dan retribusi daerah dari operasional industri ini akan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bone.