DWJ Manajement - PORTAL

Lampaui Target, Pertamina Catatkan Pengurangan Emisi Karbon Capai 118%

Oleh: DWJ-Manajement 22 Sep 2026
Lampaui Target, Pertamina Catatkan Pengurangan Emisi Karbon Capai 118%

Lampaui Target! Pertamina Catatkan Pengurangan Emisi Karbon hingga 118 Persen di Semester I 2026

Langkah nyata menuju Net Zero Emission 2060, PT Pertamina mencatat capaian dekarbonisasi yang fenomenal dengan melampaui target emisi di awal tahun 2026.

Terobosan Besar dalam Agenda Dekarbonisasi Nasional

PT Pertamina (Persero) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Dalam laporan performa terbaru, perusahaan energi pelat merah ini mencatatkan capaian dekarbonisasi yang sangat signifikan, yakni mencapai 118 persen pada Semester I tahun 2026.

Angka 118 persen ini bukan sekadar angka statistik belaka, melainkan sebuah indikator bahwa strategi transisi energi yang dijalankan oleh Pertamina berjalan jauh lebih cepat dari yang diproyeksikan sebelumnya. Pencapaian ini menjadi angin segar bagi komitmen pemerintah Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa integrasi antara operasional bisnis energi konvensional dengan teknologi ramah lingkungan dapat berjalan beriringan. Pertamina berhasil membuktikan bahwa efisiensi energi dan pengurangan emisi tidak harus mengorbankan ketahanan energi nasional, melainkan justru memperkuat fondasi bisnis jangka panjang perusahaan di tengah tren global green economy.

Strategi ESG: Kunci di Balik Lonjakan Capaian Emisi

Melampaui target yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahunan bukanlah perkara mudah. Pertamina mengklaim bahwa kunci utama dari pencapaian ini adalah implementasi yang ketat terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Prinsip ini telah ditanamkan ke dalam setiap lini bisnis, mulai dari hulu hingga hilir.

Dalam menjalankan strategi dekarbonisasi, Pertamina telah mengadopsi berbagai langkah strategis yang mencakup beberapa aspek krusial, di antaranya:

Optimalisasi Teknologi Carbon Capture and Storage (CCS): Implementasi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon pada titik-titik operasional yang memiliki intensitas emisi tinggi.

Transisi ke Energi Baru Terbarukan (EBT): Percepatan pengembangan infrastruktur energi hijau, termasuk pemanfaatan panas bumi (geothermal), tenaga surya, dan pengembangan biofuel.