Pembersihan: Sampah plastik harus melalui proses sanitasi yang ketat agar bersih dari kotoran dan sisa zat kimia yang dapat merusak estetika atau kesehatan pengguna.
Eksperimen Tekstur: Plastik dipotong, dilipat, atau dibentuk sedemikian rupa untuk menciptakan efek tiga dimensi yang memberikan kedalaman pada lukisan.
Penyusunan Komposisi: Tahap paling krusial di mana setiap potongan ditempelkan pada kanvas dengan memperhatikan keseimbangan warna dan alur visual agar pesan abstraknya tersampaikan.
Nilai Ekonomi Tinggi dan Daya Tarik Pasar Mancanegara
Keberhasilan Teguh Djoko Dwiyono dalam mengubah sampah menjadi karya seni tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga pada aspek ekonomi yang sangat signifikan. Lukisan-lukisan abstrak hasil olahan limbah ini dibanderol dengan harga yang tidak main-main, yakni mencapai puluhan juta rupiah per karyanya.
Harga tinggi ini bukan tanpa alasan. Kolektor seni tidak hanya membeli "objek visual", melainkan mereka membeli nilai eksklusivitas, kerumitan proses, serta narasi lingkungan yang dibawa oleh karya tersebut. Di era di mana kesadaran akan isu perubahan iklim semakin meningkat, memiliki karya seni yang memiliki misi keberlanjutan (*sustainability*) menjadi sebuah prestise tersendiri bagi para kolektor.
Mengapa Kolektor Global Memburu Karya Ini?
Fenomena minat pembeli luar negeri terhadap karya Teguh menunjukkan bahwa isu lingkungan adalah bahasa universal. Beberapa faktor yang membuat karya lukisan limbah plastik ini sangat diminati di pasar internasional antara lain:
Narasi Ekologis yang Kuat: Dunia internasional sedang bergerak menuju ekonomi sirkular. Karya seni yang menggunakan material daur ulang dianggap sebagai bentuk pernyataan politik dan sosial terhadap kerusakan lingkungan.