DWJ Manajement - PORTAL

Literasi Keuangan ke Pelosok, OJK Gelar Edukasi di Banggai Kepulauan, Sulteng

Oleh: DWJ-Manajement 24 Sep 2026
Literasi Keuangan ke Pelosok, OJK Gelar Edukasi di Banggai Kepulauan, Sulteng

Perlindungan Konsumen: Masyarakat perlu mengetahui ke mana harus melapor jika mengalami kendala atau kerugian saat menggunakan layanan jasa keuangan.

Membentengi Masyarakat dari Ancaman Pinjaman Online Ilegal

Salah satu fokus utama dalam rangkaian edukasi OJK di Banggai Kepulauan adalah memberikan peringatan dini mengenai bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal. Di tengah penetrasi teknologi digital yang semakin luas, masyarakat di pedesaan kini mulai mengenal ponsel pintar, namun tidak dibarengi dengan literasi digital dan finansial yang memadai.

OJK menekankan bahwa kemudahan akses digital yang ditawarkan oleh penyedia pinjaman ilegal sering kali menjadi jebakan maut. Tanpa pemahaman tentang legalitas sebuah lembaga keuangan, masyarakat rentan terjebak dalam siklus utang yang tidak berujung. Melalui sosialisasi ini, warga Desa Luk Panenteng diberikan panduan praktis mengenai cara membedakan antara lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi OJK dengan entitas ilegal yang merugikan.

Selain pinjol ilegal, masyarakat juga diingatkan untuk waspada terhadap investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Karakteristik investasi bodong yang biasanya tidak masuk akal secara logika ekonomi harus dipahami agar warga tidak kehilangan aset berharga mereka.

Mendorong Inklusi Keuangan yang Berkualitas

Penting untuk membedakan antara inklusi keuangan dan literasi keuangan. Inklusi keuangan bicara tentang sejauh mana masyarakat memiliki akses ke layanan keuangan (seperti memiliki rekening bank), sedangkan literasi keuangan bicara tentang sejauh mana mereka memahami cara menggunakannya secara bijak.

OJK menyadari bahwa peningkatan angka inklusi keuangan di Indonesia harus dibarengi dengan peningkatan literasi yang setara. Jangan sampai masyarakat sudah memiliki akses ke perbankan atau aplikasi keuangan digital, namun justru menggunakan instrumen tersebut untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri akibat ketidaktahuan.

Dalam kegiatan di Banggai Kepulauan ini, materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek fundamental, di antaranya: